LINTAS SELAT /Ketua KMT terima undangan Presiden Xi untuk kunjungi Tiongkok pekan depan

30/03/2026 14:50(Diperbaharui 30/03/2026 14:51)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Ketua Kuomintang Cheng Li-wun berbicara pada konferensi pers di markas besar KMT di Taipei pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 30 Maret 2026)
Ketua Kuomintang Cheng Li-wun berbicara pada konferensi pers di markas besar KMT di Taipei pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 30 Maret 2026)

Taipei, 30 Mar. (CNA) Ketua Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) pada Senin (30/3) mengatakan ia telah "dengan senang hati menerima" undangan dari Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) untuk berkunjung ke sana pekan depan, yang akan menunjukkan kedua pihak "tidak ditakdirkan untuk berperang".

"Kita harus dengan tegas menempuh jalan perdamaian" demi kedua pihak di Selat Taiwan, stabilitas regional, dan kesejahteraan generasi mendatang, kata Cheng dalam konferensi pers di markas KMT di Taipei.

Perjalanan pekan depan ke Tiongkok akan "menunjukkan kepada rakyat Taiwan dan dunia satu hal -- kedua pihak di Selat ini tidak ditakdirkan untuk berperang, juga tidak perlu terus berada di ambang konflik militer", kata Cheng.

Ia berterima kasih kepada Xi atas undangannya, yang menurutnya telah "dengan senang hati diterima".

Pernyataan Cheng disampaikan setelah Kantor Berita Xinhua yang dikelola negara Tiongkok melaporkan undangan tersebut pada Senin, mengutip Song Tao (宋濤), direktur Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok.

Menurut laporan tersebut, Song mengatakan bahwa sejak Cheng menjabat sebagai ketua KMT pada November lalu, ia telah "berulang kali menyatakan keinginan untuk mengunjungi daratan utama [Tiongkok]".

Ia mengatakan dirinya "berwenang untuk mengumumkan" bahwa Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan Xi telah mengundang Cheng untuk memimpin delegasi KMT dalam kunjungan ke Jiangsu, Shanghai, dan Beijing pada 7-12 April, menurut Xinhua.

Merujuk pada Xi sebagai sekretaris jenderal PKT, Song mengatakan undangan tersebut bertujuan untuk "mendorong hubungan KMT-PKT dan perkembangan damai hubungan lintas selat," menurut laporan itu.

Dalam konferensi pers Senin, Cheng mengatakan setiap upaya untuk meningkatkan hubungan lintas selat selama kunjungannya ke Tiongkok harus didasarkan pada ketentuan "konsensus 1992" dan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan.

"Konsensus 1992" adalah pemahaman antara pemerintah KMT dari Republik Tiongkok (Taiwan) saat itu dan pemerintah Tiongkok pada 1992. KMT menafsirkan hal ini sebagai pengakuan kedua pihak bahwa hanya ada "satu Tiongkok", dengan masing-masing pihak bebas menafsirkan apa arti Tiongkok.

Namun, Partai Progresif Demokratik (DPP) yang kini berkuasa tidak pernah mengakui "Konsensus 1992", dengan alasan bahwa Beijing tidak memberikan ruang untuk penafsiran "Tiongkok" sebagai Republik Tiongkok, dan bahwa penerimaan konsensus tersebut akan berarti menyetujui klaim Tiongkok atas Taiwan.

Pada Senin, Cheng mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Selat Taiwan telah digambarkan di media internasional sebagai salah satu tempat paling berbahaya di dunia, dan ia berharap kunjungannya akan membantu membawa "musim semi yang lembut dan hangat" dalam hubungan lintas selat.

Cheng tidak menyebutkan nama anggota delegasi KMT lainnya, dengan mengatakan bahwa undangan tersebut baru saja dikonfirmasi dan masih banyak detail yang harus diputuskan.

(Oleh Sunny Lai, Lu Chia-jung, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.