Taipei, 4 Mei (CNA) Ekonomi Taiwan tumbuh sebesar 13,69 persen pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan tercepat sejak tahun 1987, didorong oleh permintaan yang melonjak untuk ekspor terkait kecerdasan buatan (AI), kata Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) baru-baru ini.
Produk domestik bruto (PDB) dari Januari hingga Maret tumbuh 13,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut estimasi awal DGBAS, yang 2,23 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan terakhir kantor anggaran pada Februari.
Pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan didorong oleh lonjakan ekspor, yang pada gilirannya meningkatkan manufaktur dan investasi domestik, kata spesialis DGBAS Chiang Hsin-yi (江心怡) kepada wartawan.
Program pembagian uang tunai yang diluncurkan pemerintah pada akhir tahun lalu, serta peningkatan pengeluaran yang didorong oleh keuntungan investasi di pasar saham juga menyebabkan konsumsi masyarakat yang kuat, kata Chiang.
Data Kuartal 1
Dalam sebuah siaran pers, DGBAS mengatakan ekspor riil barang dan jasa (artinya setelah efek inflasi dihilangkan) tumbuh sebesar 35,25 persen pada kuartal pertama, didorong oleh AI dan infrastruktur terkait.
Impor juga tumbuh 27,07 persen selama periode yang sama, karena banyak produsen menimbun bahan baku dan peralatan modal, kata lembaga tersebut.
Konsumsi swasta riil tumbuh sebesar 4,89 persen secara tahunan selama kuartal pertama, sementara pembentukan modal bruto, atau total investasi, mencapai 5,20 persen, di tengah peningkatan investasi pada peralatan mesin, produk kekayaan intelektual, dan peralatan transportasi, menurut DGBAS.
Ketika ditanya wartawan tentang kemungkinan dampak ekonomi dari perang Iran, yang dimulai pada akhir Februari dan telah memicu lonjakan harga minyak, Chiang mengatakan hal itu sedang dipantau, namun sejauh ini masih terbatas.
Meskipun mungkin ada beberapa dampak pada sektor manufaktur tradisional Taiwan, data ekonomi untuk bulan Maret belum secara jelas mencerminkan dampak dari perang tersebut, kata Chiang.
Selesai/IF