Oleh Chang Chi-erh dan Agoeng Sunarto, reporter staf CNA
Sebuah kamera tersembunyi baru-baru ini ditemukan di toilet pria Stasiun Taiwan Railway Xinzuoying oleh petugas kebersihan. Polisi dan kejaksaan kemudian menggeledah rumah seorang pegawai Taiwan High Speed Rail yang diduga terlibat. Sejauh ini, video hasil rekaman ilegal diketahui dapat ditelusuri hingga Maret tahun lalu, dengan durasi aksi setidaknya sembilan bulan, dan jumlah korban masih diselidiki.
Taipei Metro sebelumnya mengutip data Kepolisian Metro (MRT) Taipei yang menunjukkan terdapat 72 kasus pelecehan seksual dan 55 kasus perekaman diam-diam di MRT Taipei sepanjang 2024. Sementara dari Januari hingga akhir Mei 2025 tercatat 55 kasus pelecehan seksual dan 25 kasus perekaman diam-diam.
Lalu bagaimana cara mencegah dan menangani perekaman diam-diam dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana mencegah perekaman diam-diam di toilet umum?
Brigade Perlindungan Perempuan dan Anak Taipei Departemen Kepolisian Kota Kaohsiung mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan benda-benda mencurigakan di toilet umum, terutama tempat sampah. Pelaku pernah menyembunyikan kamera kecil di dalam kemasan makanan ringan yang dilubangi agar kamera mengarah ke korban. Masyarakat juga diminta memeriksa area sekitar toilet atau urinoar dari benda mencurigakan yang mungkin menyembunyikan kamera nirkabel.
Polisi juga menyarankan masyarakat mengunduh aplikasi antiperekaman diam-diam untuk mendeteksi perangkat perekam tersembunyi di sekitar.
Bagaimana mencegah perekaman diam-diam di MRT?
Kepolisian MRT Taipei mengingatkan pengguna yang mengenakan rok pendek agar waspada terhadap orang di sekitar yang berpura-pura memainkan telepon genggam di eskalator, peron, lobi, atau di dalam kereta.
Di gerbong yang padat, penumpang disarankan menggunakan tas atau barang bawaan untuk menghalangi sudut pengambilan gambar.
Jika menemukan orang mencurigakan atau perilaku tidak biasa, masyarakat dapat menekan tombol darurat di kereta, meminta bantuan petugas stasiun, atau menghubungi nomor darurat 110.
Bagaimana mencegah perekaman diam-diam di hotel atau penginapan?
Departemen Kepolisian Taipei menyebut kamera tersembunyi biasanya memanfaatkan pencahayaan yang cukup. Karena itu, tamu hotel diminta lebih memperhatikan benda-benda seperti lampu darurat, kap lampu, plafon, jam, ventilasi pendingin udara, stopkontak, dan kamar mandi, terutama benda yang menghadap langsung ke tempat tidur.
Apa yang harus dilakukan jika diduga menjadi korban perekaman diam-diam?
Kejaksaan Taipei menyarankan korban tetap tenang dan segera mengumpulkan bukti. Jika menemukan pelaku, korban diminta meminta pelaku menyerahkan telepon genggam atau kamera beserta kata sandinya sambil menunggu polisi datang.
Korban juga diimbau untuk tidak meminta pelaku menghapus foto atau video di tempat karena dapat menghilangkan barang bukti.
Jika foto atau video pribadi tersebar
Korban disarankan menyimpan bukti, meningkatkan pengaturan privasi media sosial, lalu melapor ke polisi. Korban juga dapat menghubungi Pusat Penanganan Konten Seksual Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan untuk meminta bantuan penghapusan konten dari internet.
Ancaman hukuman bagi pelaku
Menurut Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak Taipei Departemen Kepolisian Kota Taipei, merekam aktivitas pribadi atau bagian tubuh seseorang tanpa izin dapat dikenai pidana pelanggaran privasi dengan ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara, penahanan, atau denda maksimal NT$300 ribu.
Meski tidak merekam bagian intim, pelaku juga dapat dikenai gugatan pelanggaran hak citra dan tuntutan ganti rugi secara perdata.