AS, Uni Eropa dukung Taiwan setelah tidak ada undangan WHA selama 10 tahun berturut-turut

15/05/2026 13:29(Diperbaharui 15/05/2026 13:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Washington/Brussels, 16 Mei (CNA) Amerika Serikat dan Uni Eropa sama-sama menyatakan dukungan terhadap partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional setelah Taipei tidak diundang ke Sidang Majelis Kesehatan Dunia (WHA) yang akan datang untuk tahun ke-10 berturut-turut.

Sidang WHA ke-79, pertemuan tahunan pengambilan keputusan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada 18-23 Mei, mempertemukan negara-negara anggota WHO untuk menetapkan kebijakan dan prioritas kesehatan global.

Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung (林佳龍) mengatakan hari Senin (11/5) bahwa Taiwan tidak menerima undangan ke WHA untuk tahun ke-10 berturut-turut karena tekanan dari Tiongkok.

Ketika diminta komentar, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada CNA bahwa meskipun Washington menarik diri dari WHO pada bulan Januari, AS tetap mendukung partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional.

“Dunia akan mendapatkan manfaat dari keahlian dan sumber daya Taiwan untuk mengatasi beberapa tantangan global paling sulit saat ini,” tambah juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu.

Keputusan pemerintahan Trump untuk keluar dari WHO terjadi setelah Trump berulang kali menuduh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menutupi tanggung jawab Tiongkok atas pandemi COVID-19.

Trump juga menyebut WHO “korup” dan mengatakan AS membayar lebih dari porsi yang seharusnya kepada organisasi tersebut.

Sementara itu, European External Action Service (EEAS), layanan diplomatik Uni Eropa, juga menyuarakan dukungan untuk inklusi Taiwan dalam WHA.

“Partisipasi Taiwan dalam kerangka internasional seharusnya diizinkan di mana pun hal ini konsisten dengan aturan atau praktik organisasi tersebut,” kata seorang juru bicara EEAS yang tidak disebutkan namanya kepada CNA.

Juga pada hari Senin, juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Guo Jiakun (郭嘉昆) mengatakan Beijing telah memutuskan “tidak menyetujui partisipasi wilayah Taiwan dalam WHA tahun ini,” dengan mengutip prinsip “satu Tiongkok” milik Tiongkok, di mana Taiwan dianggap sebagai bagian dari wilayah Tiongkok.

Ketika diminta komentar atas pernyataan Guo, juru bicara EEAS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CNA bahwa prinsip “satu Tiongkok” yang ditegaskan oleh Tiongkok “tidak memiliki konsensus internasional” dan tidak “diakui atau diterapkan oleh Uni Eropa.”

Uni Eropa memiliki “kebijakan satu Tiongkok” sendiri, kata juru bicara tersebut, seraya menambahkan bahwa di bawah kebijakan ini, Uni Eropa mengakui pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sebagai satu-satunya pemerintah sah Tiongkok, sambil juga menjalin “hubungan persahabatan dan kerja sama erat dengan Taiwan di berbagai bidang.”

Taiwan belum menghadiri WHA sejak 2016, ketika berpartisipasi sebagai pengamat selama periode hubungan yang lebih hangat dengan Beijing.

(Oleh Elaine Hou, Wu Po-wei, Joseph Yeh, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.