LINTAS SELAT /Ketua KMT sambut 10 langkah Tiongkok terkait Taiwan

13/04/2026 11:07(Diperbaharui 13/04/2026 11:07)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Ketua KMT Cheng Li-wun (kedua dari kiri) kembali dari kunjungan enam hari ke Tiongkok pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 12 April 2026)
Ketua KMT Cheng Li-wun (kedua dari kiri) kembali dari kunjungan enam hari ke Tiongkok pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 12 April 2026)

Taipei, 13 Apr. (CNA) Ketua Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun (鄭麗文) kembali dari kunjungan enam hari ke Tiongkok pada Minggu (12/4), menyambut baik langkah insentif baru yang diumumkan Beijing untuk Taiwan, sementara tokoh partai dan perwakilan pariwisata mendesak pemerintah untuk merespons secara pragmatis.

Setibanya di Bandara Internasional Taoyuan dari Beijing pada Minggu sore, Cheng mengatakan kepada wartawan bahwa ia "sangat berterima kasih" kepada Kantor Urusan Taiwan dari Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) atas pengumuman sepuluh langkah preferensial untuk Taiwan.

"Seperti yang saya katakan selama pertemuan Cheng-Xi, segala sesuatu harus dilakukan satu per satu," kata Cheng, merujuk pada pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) pada Jumat, yang merupakan agenda terpenting dari kunjungannya.

Pemimpin partai oposisi utama Taiwan itu mengatakan ia telah menginstruksikan wakil ketua KMT untuk membentuk satuan tugas guna menindaklanjuti pelaksanaan langkah-langkah tersebut dan membangun titik kontak dengan pihak Tiongkok.

Sepuluh langkah tersebut, yang diumumkan pada Minggu, termasuk rencana menggenjot hubungan transportasi, infrastruktur, perdagangan, ekonomi, hingga budaya dengan Taiwan.

Baca juga: Tiongkok umumkan 10 langkah untuk dorong hubungan dengan Taiwan

Fu Kun-chi (傅崐萁), koordinator fraksi legislatif KMT, mendesak pemerintah Partai Progresif Demokratik (DPP) untuk merespons secara pragmatis sesuai dengan opini publik.

Ketua fraksi legislatif KMT Fu Kun-chi (kedua dari kiri) menyambut Ketua KMT Cheng Li-wun (ketiga dari kiri) sepulang dari kunjungan enam harinya ke Tiongkok pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 12 April 2026)
Ketua fraksi legislatif KMT Fu Kun-chi (kedua dari kiri) menyambut Ketua KMT Cheng Li-wun (ketiga dari kiri) sepulang dari kunjungan enam harinya ke Tiongkok pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 12 April 2026)

Ia mengatakan bahwa dengan Beijing meluncurkan kebijakan konkret, pemerintah seharusnya secara aktif merencanakan langkah-langkah pendukung, termasuk kapasitas penerimaan pariwisata dan pelonggaran regulasi.

Wakil Ketua KMT Chang Jung-kung (張榮恭) mengatakan ia menyambut baik sepuluh langkah tersebut, baik sebagai ungkapan niat baik dari Tiongkok maupun manfaat yang akan dibawa bagi Taiwan.

Menurutnya, banyak orang di Taiwan berharap lebih banyak warga Tiongkok berkunjung dan industri pariwisata akan menyambut perkembangan tersebut.

Legislator Ko Chih-en (柯志恩), calon KMT dalam pemilihan wali kota Kaohsiung, dalam sebuah pernyataan mencatat bahwa beberapa proposal, khususnya yang terkait dengan perikanan, produk pertanian, dan pariwisata, akan menguntungkan kota di Taiwan selatan itu.

"Saya pikir kita semua optimis tentang hal ini," kata Ko, mengutip potensi pertukaran yang lebih dalam dengan pasar Tiongkok.

"Namun, kami berharap kebijakan ini dapat diimplementasikan dalam jangka panjang tanpa dipengaruhi faktor politik lintas selat," kata Ko, seraya menambahkan "hanya dengan cara ini akan benar-benar menguntungkan masyarakat di kedua sisi selat".

Sementara itu, di Kinmen, pulau terluar Taiwan yang dekat dengan Xiamen, wakil bupati independen Lee Wen-liang (李文良) mendesak pemerintah pusat untuk "menilai dengan hati-hati" dan "mempertimbangkan" proposal tersebut.

Mengacu pada proposal Tiongkok untuk "mendukung" penduduk Kinmen dalam menggunakan bandara baru di Xiamen, Lee mencatat bahwa penerbangan masuk dan keluar dari Kinmen sering terganggu karena kabut tebal.

Meskipun penerbangan berada di bawah kendali pemerintah pusat, Lee mengatakan ia berharap pendekatan pemerintah tetap mencerminkan "kebutuhan lokal".

Sementara itu, Ketua High Quality of Travel Association Li Chi-yueh (李奇嶽) mengatakan langkah-langkah tersebut mengirimkan sinyal pembukaan yang lebih kuat, dengan mencatat bahwa Beijing biasanya memulai kembali tur kelompok sebelum kemudian mengizinkan perjalanan individu.

Li menambahkan bahwa ia berharap Taiwan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencabut pembatasan saat ini yang hanya mengizinkan wisatawan Tiongkok mengunjungi Taiwan melalui lokasi ketiga.

Tak lama sebelum kepulangan Cheng, juru bicara Kantor Kepresidenan Karen Kuo (郭雅慧) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "setiap pertukaran tidak boleh tunduk pada prasyarat politik, juga tidak boleh digunakan sebagai alat manuver politik atau kesepakatan oleh pihak tertentu".

Baca juga: Taipei kritik 10 langkah Bejing terkait Taiwan

Ia menambahkan bahwa jika Tiongkok sungguh-sungguh ingin memajukan langkah-langkah tersebut, mereka seharusnya berkomunikasi dengan lembaga pemerintah Taiwan melalui saluran yang sudah ada.

Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC), yang mengawasi urusan lintas selat di Taiwan, juga mendesak kehati-hatian terhadap implikasi jangka panjang dari pengumuman terbaru Beijing.

MAC mengatakan bahwa langkah-langkah serupa -- termasuk yang terkait dengan impor, penerbangan, dan pariwisata -- telah berulang kali dibuka dan ditangguhkan oleh Tiongkok di masa lalu, memperingatkan bahwa paket terbaru ini harus dilihat dengan hati-hati jika tidak ada perlindungan institusional.

"Pola yang sama kini terulang kembali, tanpa perlindungan institusional bagi industri, petani, nelayan, atau hak dan kepentingan publik Taiwan, sehingga langkah-langkah tersebut sangat berisiko," tambah MAC.

(Oleh Liu Kuan-ting, Lu Chia-jung, Yu Hsiao-han, Sunny Lai, Tsai Meng-yu, Kao Chien-hua, Matthew Mazzetta, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.