Taiwan catat kenaikan bobot terbesar MSCI Emerging Markets Index, Indonesia penurunan terdalam

13/05/2026 15:24(Diperbaharui 13/05/2026 15:35)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 13 Mei (CNA) Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan Taiwan telah menerima kenaikan bobot terbesar dalam MSCI Emerging Markets Index sebesar 0,30 poin persentase, sementara Indonesia mengalami penurunan bobot terdalam di kategori yang sama yakni 0,23 poin persentase.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (13/5) pagi waktu Taipei, MSCI mengatakan pihaknya telah meningkatkan bobot Taiwan dalam MSCI Emerging Markets Index, yang paling banyak dipantau oleh investor institusi asing, sebesar 0,30 poin persentase menjadi 23,76 persen.

Penyedia indeks tersebut juga menaikkan bobot Taiwan dalam MSCI All-Country World Index dan MSCI All-Country Asia ex-Japan Index masing-masing sebesar 0,01 poin persentase dan 0,37 poin persentase, menjadi 2,80 persen dan 27,16 persen.

Analis mengatakan kenaikan bobot dalam ketiga indeks MSCI tersebut mencerminkan performa kuat pasar saham Taiwan belakangan ini, yang didorong tren kecerdasan buatan global.

Sejak awal tahun ini, Taiex, indeks acuan Bursa Efek Taiwan, telah melonjak lebih dari 44 persen, sementara Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia mencatat penurunan sekitar 22 persen.

Meski berada di tengah tekanan geopolitik, Taiex tahun ini telah beberapa kali mencatat rekor tertinggi baru. Bloomberg pada 29 April melaporkan pasar ekuitas Taiwan menyalip Kanada untuk menjadi yang terbesar keenam di dunia, setelah melampaui Inggris sekitar dua pekan sebelumnya.

Juga setelah tinjauan indeks, MSCI telah menambahkan penyedia solusi pengujian dan pengukuran semikonduktor MPI Corp. ke dalam MSCI Global Standard Index, sekaligus menghapus perusahaan tersebut dari MSCI Global Small Cap Index.

Sementara itu, penyedia indeks telah menghapus tujuh saham Taiwan dari MSCI Global Standard Index, tetapi menambahkannya ke MSCI Global Small Cap Index.

Mereka adalah Asia Cement Corp., pembuat casing Catcher Technology Co., China Airlines, pembuat komputer notebook kontrak Compal Electronics Inc., pemasok tekstil Far Eastern New Century Corp., Taiwan High Speed Rail Corp., dan Teco Electric & Machinery Co.

Selain tujuh saham tersebut, MSCI menambahkan delapan saham baru ke MSCI Global Small Cap Index, seperti pemasok peralatan semikonduktor Gallant Micro Machining Co. dan pembuat panel sentuh General Interface Solution (GIS) Holding Ltd.

Selain MPI Corp., penyedia indeks juga menghapus tambahan sebelas saham dari MSCI Global Small Cap Index, termasuk perusahaan bioteknologi EirGenix Inc. dan pemasok alas kaki Fulgent Sun International (Holding) Co.

Dalam MSIC Taiwan Index, jumlah konstituen turun menjadi 77 dari 83 setelah tinjauan indeks, kata MSCI.

Sementara itu, Indonesia dapat bernapas lega setelah tidak diturunkan dari kategori Emerging Markets ke Frontier Markets, sebuah kemungkinan yang dikhawatirkan pasar baru-baru ini.

Namun, MSCI mencoret enam saham Indonesia dari Global Standard Index, termasuk PT Amman Mineral International Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

MSCI juga mencopot 13 saham Indonesia dari Small Cap Index, sementara memasukkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Hasan Fawzi mengatakan hal ini menjadi "konsekuensi jangka pendek" dari "reformasi integritas" dan transparansi pasar modal Indonesia, dilansir Antara.

Tinjauan indeks MSCI dilakukan pada Februari, Mei, Agustus, dan November setiap tahun. Indeks-indeks ini, yang disajikan dalam denominasi dolar Amerika Serikat, membantu membimbing investor profesional dalam menyesuaikan portofolio mereka.

Penyesuaian indeks terbaru akan berlaku setelah pasar tutup pada 29 Mei, menurut MSCI.

(Oleh Jeffrey Wu, Frances Huang, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.