Taipei, 15 Mei (CNA) Bantuan darurat medis menjadi jenis bantuan terbesar yang disalurkan Taiwan Fund for Children and Families (TFCF) Nantou kepada keluarga rentan sejak tahun lalu hingga April tahun ini, mencapai 42 persen dari total bantuan, menurut yayasan.
TFCF Nantou menyatakan telah membantu 112 keluarga melalui program bantuan darurat, mencakup kebutuhan hidup, pendidikan, pengobatan, pemakaman, hingga perbaikan lingkungan tempat tinggal, dengan total bantuan mencapai NT$1,91 juta (Rp1,06 miliar).
Menurut yayasan, banyak keluarga penerima bantuan rela mengurangi makan demi bertahan hidup, tetapi tidak dapat menghindari biaya pengobatan saat sakit atau mengalami cedera. Sebagian keluarga bahkan menunda pengobatan karena khawatir tidak mampu membayar biaya medis, hingga kondisi kesehatan semakin memburuk dan memicu masalah lain.
TFCF Nantou menilai keluarga penerima bantuan kerap menghadapi tekanan berat saat mengalami musibah mendadak, sehingga bantuan darurat yang cepat sangat penting untuk meringankan kesulitan ekonomi mereka.
Salah satu penerima bantuan adalah seorang siswi sekolah dasar bernama samaran Chu-erh (筑兒), yang tinggal bersama ibu dan neneknya yang memiliki disabilitas. Selama ini, keluarga tersebut mengandalkan penghasilan sang ibu yang bekerja di warung makan kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi keluarga semakin sulit setelah nenek Chu-erh dirawat di rumah sakit selama dua minggu akibat pankreatitis, dengan biaya pengobatan melebihi NT$20 ribu, yang hampir membuat kondisi ekonomi keluarga semakin tidak stabil.
Melalui pendampingan pekerja sosial, keluarga Chu-erh kemudian dibantu mengajukan bantuan darurat sehingga tekanan ekonomi yang mereka hadapi dapat berkurang.
Direktur TFCF Nantou, Li Ya-ting (李雅婷), menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang memungkinkan yayasan memberikan bantuan cepat kepada keluarga yang membutuhkan.
Menurut Li, setiap dukungan dari masyarakat memiliki arti besar bagi keluarga penerima bantuan, layaknya hujan yang turun di tengah kekeringan panjang. Ia juga mengajak masyarakat terus mendukung dana bantuan darurat agar lebih banyak keluarga yang menghadapi kesulitan dapat memperoleh kekuatan dan harapan untuk melewati masa sulit.
(Oleh Hsiao Po-yang dan Agoeng Sunarto)