FIK UI gelar pengecekan kesehatan gratis untuk ABK di Zhengbin dan Wanli

15/05/2026 12:01(Diperbaharui 15/05/2026 12:01)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kegiatan pengecekan kesehatan gratis untuk ABK oleh FIK UI. (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).
Kegiatan pengecekan kesehatan gratis untuk ABK oleh FIK UI. (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).

Taipei, 15 Mei (CNA) Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pekerja migran Indonesia (PMI) digelar di dua pelabuhan di Taiwan utara dan turut diikuti anak buah kapal (ABK) migran asal Filipina serta Vietnam, dengan sejumlah peserta terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi hingga gangguan kesehatan mental, menurut panitia dan aktivis setempat.

Kegiatan yang diprakarsai Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) itu digelar pada Kamis (14/5) di Pelabuhan Zhengbin dengan diikuti 25 peserta, kemudian berlanjut ke Pelabuhan Wanli pada siang hingga sore hari yang dihadiri 20 peserta lainnya.

Aktivis organisasi Rerum Novarum, Jason Lee (李正新), mengatakan kepada CNA di lokasi bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi PMI, tetapi juga diikuti oleh nelayan migran asal Filipina dan Vietnam yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kesehatan mereka.

Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah dan berat badan, konsultasi gizi, penanganan keluhan kesehatan sehari-hari, hingga pemeriksaan kesehatan mental.

Perawat lansia asal Indonesia ikut serta kegiatan ini. (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).
Perawat lansia asal Indonesia ikut serta kegiatan ini. (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).

Salah satu panitia dari UI mengatakan kepada CNA bahwa sejumlah ABK di Pelabuhan Zhengbin diketahui memiliki tekanan darah tinggi, berkisar 150 hingga 177, yang dipengaruhi pola makan kurang teratur, minim istirahat, dan kurang berolahraga.

Sementara itu, beberapa ABK di Pelabuhan Wanli diketahui mengalami tekanan mental yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Ketua Keelung Migrant Fishermen’s Union (KMFU), Ochen, menyampaikan apresiasi kepada FIK UI dan para aktivis yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Saya berterima kasih dengan adanya kegiatan ini sehingga bisa mendeteksi kesehatan para ABK. Sebenarnya, kegiatan pengecekan kesehatan untuk ABK ini sering diadakan, tetapi kesadaran untuk menjaga kesehatan itu sendiri sangat minim disadari oleh para ABK,” ujar Ochen yang telah bekerja di Taiwan selama lebih dari 10 tahun.

Delegasi dari FIK UI bersama anggota KMFU dan para aktivis berfoto bersama. (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).
Delegasi dari FIK UI bersama anggota KMFU dan para aktivis berfoto bersama. (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).

Ia menambahkan bahwa banyak ABK sebenarnya ingin mengikuti kegiatan tersebut, tetapi tidak dapat hadir karena sedang melaut pada musim penangkapan cumi-cumi.

Selain itu, Ochen menyoroti kondisi tempat istirahat ABK yang dinilai kurang layak.

"Kami tidur di kapal dan sering mendengar suara mesin kapal yang keras membuat tidur tidak nyaman, dan juga susah untuk mendengar alarm kebakaran dan peringatan berbahaya lainnya yang membuat kehidupan ABK rentan terancam kecelakaan kerja,” sambungnya.

Pengecekan kesehatan untuk ABK di pelabuhan Wanli (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).
Pengecekan kesehatan untuk ABK di pelabuhan Wanli (Sumber Foto : CNA, 14 Mei 2026).

Ketua delegasi FIK UI, Dr. Tuti Afriani, S.Kp., M.Kep., mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi PMI di Taiwan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat internasional yang dijalankan FIK UI.

Menurut Tuti, program tersebut menjadi bentuk kepedulian FIK UI terhadap PMI di Taiwan sekaligus bertujuan mengembangkan tata kelola layanan kesehatan terintegrasi berbasis komunitas melalui pendekatan promotif dan preventif.

Tuti yang juga menjabat sebagai Ketua Klaster Smart Leadership, Informatics for Management Excellent (Smart LIME), berharap program serupa dapat meningkatkan kesadaran pekerja migran terhadap pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun mental selama bekerja di Taiwan.

(Oleh Miralux)
Selesai/JA

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.