Taipei, 12 Jan. (CNA) Daniel Johan, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mengatakan Taiwan dan Indonesia telah menjadi mitra strategis dalam pertanian, dan Taiwan dapat membantu pemerintah baru mewujudkan program kemandirian pangan melalui pertanian dan teknologinya.
"[Saya] tetap di Komisi IV, [yang lingkup tugasnya di] sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, semua fokus mengenai pangan," kata anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa yang sudah menjabat sejak 2014 itu dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNA baru-baru ini.
Isu yang menjadi perhatian Johan juga sejalan dengan prioritas kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, yang terpilih pada tahun lalu, di mana ketahanan pangan menjadi salah satu agenda utamanya.
Daniel menyambut baik perhatian pemerintah terhadap sektor pangan dan menekankan, "Indonesia itu diberkati oleh luas lahan yang sangat besar dan iklim yang baik," dan negara tersebut bisa menjadi kekuatan pangan dunia.
Kendati demikian, di tengah semua kelebihan tersebut, Indonesia justru banyak mengimpor, "Sehingga ada tata kelola yang tidak beres," ujarnya. "Jika ini dikelola dengan baik, ini [pangan] menjadi sumber masa depan Indonesia. Itu harus kita rebut kembali."
Daniel, yang pernah melakukan kunjungan ke Taiwan, juga mengatakan, "Taiwan sudah menjadi mitra strategis Indonesia dan banyak negara untuk pertanian ... dari dulu, dari awal kemerdekaan," dan menambahkan, "Bahkan Taiwan adalah negara pertanian terbaik di dunia, mungkin setelah Israel."
Oleh karena itu, menurutnya, dalam hal membantu kemandirian pangan Indonesia, "Banyak hal bisa dilakukan Taiwan untuk mendukung kemajuan pertanian Indonesia."
Daniel juga mengungkapkan bahwa ia memiliki hubungan dekat dengan Menteri Pertanian Taiwan dan berharap dapat bersama-sama mempromosikan produk lidah buaya dari Provinsi Kalimantan Barat serta industri hilirnya.
Menurutnya, lidah buaya adalah bahan makanan yang bermanfaat dalam banyak hal, termasuk di bidang kesehatan.
Daniel juga mengungkapkan bahwa dalam masa jabatannya yang akan datang ia berencana untuk memperjuangkan pembangunan desa, "Karena sumber kekayaan Indonesia itu ada di desa."
Menurutnya, jika pemerintah dapat membangun desa sebagai tempat pertumbuhan dan ekonomi baru, pemerataan dapat ditingkatkan.
Selesai/IF