Oleh Joseph Yeh dan Jason Cahyadi, reporter dan penulis staf CNA
Presiden Paraguay Santiago Peña dalam wawancara bersama CNA menegaskan kembali hubungan diplomatik negaranya dengan Taiwan, dengan mengatakan ia baru-baru ini bertemu pemimpin Honduras dan membagikan pengalaman positif Paraguay dalam mempertahankan hubungan dengan Taipei.
Peña tiba di Taipei pada Kamis (7/5) pagi untuk kunjungan kenegaraan resmi pertamanya ke Taiwan dan merupakan kedatangan keempatnya secara keseluruhan. Paraguay adalah satu-satunya negara di Amerika Selatan dan salah satu dari 12 negara di seluruh dunia yang mengakui Republik Tiongkok (Taiwan).
Sebelum tiba di Taiwan, Peña singgah di Los Angeles untuk menghadiri sebuah konferensi internasional. Di sela-sela acara, ia bertemu beberapa pemimpin, termasuk Presiden Honduras Nasry Asfura, menurut sebuah unggahan di X pada Kamis pagi.
Ketika ditanya apa yang dibahas dengan Asfura dan apakah Taiwan menjadi salah satu topik, Peña mengatakan ia memberitahu sang presiden Honduras "betapa hebatnya hubungan Paraguay dengan Taiwan".
Ia juga mengatakan kepada Asfura bahwa ia sedang melakukan perjalanan ke Taiwan untuk memperkuat hubungan bilateral dan memperbarui komitmen Paraguay terhadap kemitraan tersebut.
"Saya sangat mendorong dia untuk melihat apa yang terjadi di Paraguay dengan diversifikasi ekonomi, pertumbuhan, pembangunan, dan kemitraan yang kami miliki."
Meskipun Peña mengatakan mereka tidak secara langsung membahas apakah Honduras akan menjalin kembali hubungan dengan Taiwan, ia menambahkan bahwa ia telah berulang kali dan secara terbuka mendukung Taiwan di forum internasional.
"Ia sangat tahu bahwa kami bukan hanya sekutu, tetapi juga pendukung kuat."
Asfura, yang mulai menjabat pada Januari, dalam kampanyenya berjanji untuk memulihkan hubungan dengan Taipei. Honduras memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 2023 di bawah mantan Presiden Xiomara Castro demi Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Pemerintah Taiwan telah mengatakan pihaknya terbuka untuk memulihkan hubungan dengan Honduras, meskipun kedua pihak belum secara resmi melakukan pembicaraan mengenai hal tersebut.
Dalam wawancara pada Kamis, ketika ditanya mengapa Paraguay tetap menjadi satu-satunya negara di Amerika Selatan yang mengakui ROC daripada RRT, Peña mengatakan kepada CNA bahwa kedua pihak dibangun "melalui dorongan dan ketekunan rakyat masing-masing" dan sama-sama memegang nilai "penentuan nasib sendiri, kebebasan, kemerdekaan, dan pengejaran kebahagiaan."
Peña mengatakan banyak orang percaya Paraguay adalah sekutu kuat Taiwan hanya karena Amerika Serikat (AS). "Dan saya telah menjelaskan kepada teman-teman baik kami di AS bahwa bahkan jika AS tidak mendukung Taiwan, Paraguay akan terus mendukung Taiwan."
Ia menambahkan bahwa Paraguay mengagumi pencapaian ekonomi Taiwan dan berharap dapat meniru model pembangunan Taiwan serta kemajuan di sektor teknologi tinggi.
"Paraguay dan Taiwan telah berteman selama puluhan tahun. Dan tidak diragukan lagi bahwa persahabatan ini menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Jadi saya tidak ragu bahwa persahabatan ini akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang."
Peña juga menyerukan investasi yang lebih besar dari sektor swasta Taiwan di Paraguay, dengan mengatakan lingkungan politik yang stabil dan kinerja ekonomi yang kuat negaranya menjadikannya tujuan ideal untuk investasi swasta dan pintu gerbang ke pasar Amerika Latin.
"Paraguay bukan hanya sekutu diplomatik Taiwan, [tetapi] juga mitra ekonomi yang sangat kuat," kata Peña. Menurutnya, negaranya "melampaui semua negara lain di Amerika Latin", menjadikannya tujuan investasi yang menarik atau basis perluasan ke pasar Amerika Latin bagi perusahaan Taiwan.
"Tujuan saya adalah meyakinkan komunitas bisnis Taiwan bahwa Paraguay adalah tempat yang hebat untuk berbisnis, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan hubungan diplomatik," kata Peña.
Menurut Dana Moneter Internasional, produk domestik bruto Paraguay diproyeksikan tumbuh sekitar 4,2 persen pada 2026.
Pada 2024, Moody's Ratings meningkatkan peringkat penerbit jangka panjang Paraguay dari Ba1 menjadi Baa3, secara resmi memberikan status investment-grade kepada negara tersebut.
"Tidak ada tempat yang lebih baik untuk berbisnis di Amerika Latin selain Paraguay," tambah Peña.
Ia juga menyatakan harapan untuk kerja sama yang lebih erat dengan Taiwan di industri berteknologi tinggi dan kecerdasan buatan (AI).
Pengembangan dan pengoperasian AI membutuhkan jumlah listrik yang sangat besar dan terus meningkat, dan Paraguay adalah pemimpin dunia dalam pembangkit listrik tenaga air, kata Peña.
Sementara itu, Taiwan adalah pemimpin global dalam memproduksi beberapa cip paling canggih di dunia.
"Jika kita dapat menggabungkan teknologi, pengetahuan, dan kapasitas Taiwan dengan ketersediaan energi, Anda dapat menciptakan sesuatu yang unik di dunia," katanya, seraya menambahkan "Saya pikir ini adalah pasangan yang sempurna."
Selesai/