Taipei, 15 Mei (CNA) Taiwan akan sepenuhnya mensubsidi tes skrining bayi baru lahir dan menambahkan atrofi otot tulang belakang (SMA) ke dalam daftar item skrining yang didanai publik mulai Juli, kata Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) pada hari Selasa (12/5).
Berbicara pada peluncuran pusat pengobatan inovatif penyakit langka Asia-Pasifik di Taipei, Shih mengatakan Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan (HPA) akan meningkatkan subsidi untuk skrining gangguan metabolisme bawaan dari cakupan parsial saat ini sebesar NT$200 (Rp111.000) menjadi menanggung penuh biaya NT$750 per tes.
Saat ini, HPA mensubsidi sebagian skrining untuk 21 kondisi, termasuk 18 penyakit langka, dengan orang tua membayar sisa biayanya, kata Shih.
Mulai Juli, SMA akan ditambahkan sebagai item skrining ke-22 yang didanai publik, tambahnya.
Shih mencatat bahwa program yang diperluas ini akan menguntungkan 90.000 hingga 100.000 bayi yang lahir di Taiwan setiap tahunnya, didukung oleh alokasi anggaran hampir NT$100 juta.
Skrining bayi baru lahir, yang biasanya dilakukan 48 jam setelah lahir, berfungsi sebagai pemeriksaan kesehatan pertama bayi. Karena gangguan metabolisme bawaan sering kali tidak menunjukkan gejala yang terlihat saat lahir, diagnosis yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan neurologis atau fisik permanen, menurut HPA.
Jong Yuh-jyh (鐘育志), seorang spesialis pediatri di Kaohsiung Medical Univeristy Hospital, mengatakan SMA dulunya dianggap sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan mematikan. Namun, kemajuan medis telah mengubahnya menjadi kondisi yang dapat dikelola, asalkan pengobatan dimulai sejak dini.
Dengan beberapa terapi SMA yang kini ditanggung oleh Asuransi Kesehatan Nasional, kunci keberhasilan pengobatan adalah intervensi dini, kata Jong.
Mengutip literatur medis, Jong menambahkan bahwa bayi yang didiagnosis dan diobati sebelum gejala muncul menunjukkan hasil yang jauh lebih baik, dengan studi yang menunjukkan anak-anak tersebut mampu berjalan sendiri pada usia 18 bulan.
Ia juga menggambarkan sebuah kasus klinis di mana seorang bayi yang didiagnosis melalui skrining bayi baru lahir menerima pengobatan dini dan kemudian berkembang secara normal.
Sementara itu, HPA mengingatkan orang tua bahwa hasil skrining positif bukanlah diagnosis pasti, melainkan sinyal mendesak untuk menjadwalkan pemeriksaan lanjutan.
Tingkat skrining bayi baru lahir di Taiwan saat ini melebihi 99 persen, menurut lembaga tersebut.