Mahasiswa yang coba selamatkan pria tenggelam ditemukan tewas di Sungai Tamsui

14/05/2026 12:57(Diperbaharui 14/05/2026 13:26)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Otoritas setempat)
(Sumber Foto : Otoritas setempat)

Taipei, 14 Mei (CNA) Jenazah seorang mahasiswa yang melompat ke Sungai Tamsui untuk menyelamatkan seorang pria lanjut usia di dekat Dermaga Dadaocheng di Taipei hari Selasa (12/5) telah ditemukan pada Kamis pagi, menurut otoritas setempat.

Departemen Pemadam Kebakaran Kota Taipei mengatakan jenazah mahasiswa Chinese Culture University bermarga Lee (李) (24) itu ditemukan pada pukul 06.00, sekitar 30 meter di hulu dari dermaga. Keluarga Lee telah memverifikasi identitasnya, kata departemen tersebut.

Jenazah pria berusia 93 tahun yang coba diselamatkan Lee ditemukan pada Selasa di dekat Jembatan Zhongxiao, sekitar 650 meter di hulu dari Dermaga Dadaocheng, beberapa jam setelah keduanya dinyatakan hilang.

Menurut laporan media lokal, Lee sedang joging bersama seorang temannya, bermarga Kuo (郭), di tepi sungai sekitar pukul 05.00 hari Selasa ketika mereka melihat seorang pria dalam kesulitan di perairan dekat Dermaga Dadaocheng.

Kuo mengatakan kepada wartawan bahwa Lee baru pulang kerja pada pukul 02.00 dan, mengetahui Kuo yang gemar begadang, mengajaknya keluar untuk makan.

Setelah makan dan mengobrol, Lee mengatakan ia ingin berlari sejauh 5 kilometer sebagai bagian dari rutinitas olahraganya dan mengajak Kuo untuk menyertainya.

Saat mereka hampir menyelesaikan lari sekitar pukul 05.00, kata Kuo, mereka melihat kepala dan topi seorang pria mengapung di sungai.

Kuo mengatakan bahwa meskipun ia belum pernah berenang bersama Lee, ia tahu Lee adalah atlet mahasiswa di universitas dan pernah berbicara tentang keinginannya untuk mendapatkan sertifikasi sebagai penjaga pantai.

Sebelum Lee melompat ke sungai, kata Kuo, ia bertanya, "Kamu tidak apa-apa?" dan Lee menjawab, "Ya." Lee kemudian melompat ke air, dan tak lama kemudian, Kuo kehilangan jejak kedua pria tersebut, katanya.

Ketika Departemen Pemadam Kebakaran Taipei dipanggil ke lokasi, rakit dan drone dikerahkan untuk mencoba menemukan kedua pria itu, sementara seorang wanita yang diidentifikasi media lokal sebagai saudari Lee menunggu di dermaga untuk mendapatkan kabar terbaru.

Menurut kepolisian Taipei, rekaman video pengawasan di area dermaga menunjukkan pria lansia bermarga Chang (張) berjalan perlahan ke dermaga darurat, tergelincir melalui pagar pengaman, dan masuk ke sungai.

Rekaman itu juga menunjukkan Lee melompat untuk menyelamatkan Chang yang tenggelam dan sempat melakukan kontak singkat, sebelum kepala Chang tenggelam, kata kepolisian. Sekitar 20 detik kemudian, Lee juga tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Dari tepi sungai, Kuo mencoba melemparkan pelampung kepada mereka, tetapi tali yang terpasang terlalu pendek untuk mencapai kedua pria di sungai, menurut kepolisian.

Sementara itu, Chinese Culture University telah menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada keluarga korban, serta menyatakan pihaknya sangat menghormati semangat tanpa pamrih mendiang dalam menolong orang lain di saat keadaan darurat.

Universitas juga menyatakan akan terus mendampingi dan membantu keluarga dalam menangani berbagai urusan terkait, serta memohon kepada semua pihak untuk memberikan ruang yang diperlukan kerabat korban agar dapat bersama-sama melewati masa sulit ini.

(Oleh Huang Li-yun, Matthew Mazzetta, Chen Chih-chung, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.