Taipei, 14 Mei (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan hari Kamis (14/5) merilis surat dalam bahasa Inggris, Indonesia, dan Mandarin yang meminta pemberi kerja mengizinkan pekerja migran yang dipekerjakannya mengikuti salat Iduladha.
"Surat ini diharapkan dapat menjadi sarana yang memudahkan proses perizinan, mempererat saling pengertian, serta mendukung pelaksanaan Sholat Idul Adha dengan tertib, aman, dan penuh khidmat," kata PCINU dalam unggahan media sosialnya.
"Semoga langkah kecil ini membawa kemudahan bagi para pekerja Muslim untuk tetap dapat menunaikan kewajiban ibadah di hari raya, tanpa mengurangi semangat tanggung jawab dan profesionalitas dalam bekerja," kata PCINU.
"Bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan, semoga surat ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi jalan kemudahan dalam mengajukan izin kepada majikan atau perusahaan," tambah organisasi Islam asal Indonesia di Taiwan tersebut.
Meski surat ini lebih bersifat imbauan, perjanjian kerja pada prinsipnya mencantumkan kewajiban majikan untuk menghormati hak ibadah pekerja migran.
Dalam unggahan terpisah pada Senin, PCINU juga mengumumkan pelaksanaan salat Iduladha yang dijadwalkan digelar di National Taiwan Museum yang berada di wilayah 228 Peace Memorial Park, Taipei.
Tanggal salat masih menunggu ikhbar hasil rukyatulhilal, tetapi diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei mendatang, dengan empat sesi yang masing-masing dimulai pukul 06.00, 06.30, 07.30, dan 08.00, menurut PCINU.
PCINU mengimbau jemaah untuk membawa perlengkapan salat pribadi, datang dalam keadaan sudah berwudhu, dan menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
"Mari bersama meramaikan syiar Islam, mempererat ukhuwah, dan menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh khidmat, kebersamaan, dan rasa syukur. Semoga langkah kita menuju tempat sholat menjadi jalan hadirnya keberkahan dan ridha Allah SWT," kata PCINU.
Selesai/ML