Taichung, 14 Mei (CNA) Kantor Kejaksaan Distrik Taichung hari Senin (11/5) menuntut lima individu dalam kasus yang melibatkan penjual alat medis tanpa izin yang diduga ikut serta dalam prosedur bedah di Taichung Veteran General Hospital (TVGH).
Mereka yang dituntut adalah Yang Meng-yin (楊孟寅), direktur divisi bedah saraf onkologi rumah sakit, Cheng Wen-yu (鄭文郁), direktur bedah saraf invasif minimal, dan tiga penjual alat medis, menurut pernyataan kejaksaan yang dikeluarkan hari Rabu.
Mereka dituntut atas penipuan dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Dokter.
Kejaksaan mengatakan Yang dan Cheng telah merusak etika medis dan melanggar hak pasien dengan membiarkan individu tanpa izin melakukan prosedur medis dan menuntut hukuman berat bagi kedua dokter tersebut.
Sementara itu, ketiga penjual mengakui tuduhan tersebut dan menyerahkan seluruh keuntungan ilegal sebesar NT$330.000 (Rp183 juta), kata kejaksaan, tetapi mereka tetap meminta agar ketiganya diberikan hukuman yang "tepat".
Surat tuntut menyebutkan bahwa Yang dan Cheng membiarkan ketiga penjual tersebut masuk ke ruang operasi untuk 13 operasi antara Maret 2023 dan Oktober 2025 dan secara ilegal melakukan prosedur medis seperti pemasangan sekrup tulang, elektrokoagulasi, dan ekstraksi jaringan.
Di antara operasi yang dilakukan adalah operasi fusi tulang belakang endoskopi.
Menurut kejaksaan, para terdakwa tidak mengungkapkan keterlibatan individu yang tidak berwenang kepada pasien saat membebankan biaya sendiri yang tinggi untuk alat medis dan prosedur bedah.
Mereka juga diduga mengajukan klaim penggantian biaya Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) untuk biaya medis dan bedah terkait, meskipun mengetahui prosedur yang dilakukan individu tanpa izin tidak memenuhi syarat untuk ditanggung.
Kelima terdakwa diduga memperoleh lebih dari NT$1,96 juta dalam keuntungan ilegal, menurut surat tuntutan.
Kejaksaan juga menuduh bahwa para penjual secara pribadi membagikan sebagian hasil penjualan alat medis kepada kedua dokter sebagai "biaya hubungan masyarakat" untuk memastikan penggunaan dan penjualan produk secara berkelanjutan.
Kasus ini dirujuk ke kejaksaan pada Januari 2026 oleh Biro Kesehatan Kota Taichung.
Penyidik meninjau catatan telepon, rekaman dari beberapa operasi, jadwal operasi, aplikasi penggantian biaya NHI, dan catatan medis pasien sebagai bagian dari penyelidikan.
Juga pada Rabu, Biro Kesehatan Kota Taichung mengatakan Yang dan Cheng telah diskors dari praktik kedokteran sesuai Undang-Undang Dokter, sementara TVGH didenda NT$100.000 karena gagal memenuhi tanggung jawab pengawasan di bawah Undang-Undang Layanan Medis.
Kedua dokter tersebut juga akan dirujuk ke Komite Disiplin Dokter karena diduga secara curang mengajukan klaim penggantian dari sistem NHI, kata biro tersebut.
Sementara itu, rumah sakit dalam pernyataannya mengatakan pihaknya menghormati proses hukum, serta telah memperkuat manajemen ruang operasi, membentuk mekanisme pelaporan dan disiplin, dan meningkatkan pengendalian internal untuk menjaga keselamatan pasien.
Rumah sakit pada Januari awalnya mengakui bahwa para dokter telah mengizinkan seorang penjual masuk ke ruang operasi tanpa pelaporan yang tepat, tetapi mengatakan tinjauan internal tidak menemukan bukti bahwa penjual tersebut ikut serta dalam operasi.
Namun, setelah rekaman video menunjukkan sebaliknya, TVGH mengadakan rapat manajemen darurat dan menskors tiga dokter yang terlibat dalam kasus tersebut.
Selesai/JC