Taiwan mengirimkan 482 atlet untuk Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, yang dibuka 19 September. Medali pertamanya pun dicetak pada tanggal 20, dengan perunggu karate nomor kata perorangan putri.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 digelar dari 19 September hingga 4 Oktober. Taiwan, yang berlaga dengan nama Chinese Taipei, mengirimkan 482 atlet dalam 34 cabang olahraga.
Di upacara pembukaan di Paloma Mizuho Stadium, kontingen Taiwan memasuki parade sebagai urutan ke-36, di bagian huruf “T”. Petinju Huang Hsiao-wen dan atlet wushu Zhang Huan-yi membawakan bendera.
Berselang sehari, Taiwan mengamankan perunggu dari karate nomor kata perorangan putri oleh Jiǎnhuìxuān, dan dua perak dari tenis lunak beregu putra dan putri.
Dalam upacara penyerahan bendera pada 8 September, Presiden Lai Ching-te menyoroti perluasan layanan medis dan rehabilitasi serta peningkatan jumlah staf pendukung bagi para atlet Taiwan.
Presiden Lai Ching-te pada 19 September mengumumkan pembentukan World Alliance for Disaster Management, yang disebutnya akan memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana melalui kerja sama internasional.
Kantor Kepresidenan Taiwan menggelar Resilient Taiwan for Sustainable Democracy International Forum 2026 pada 19 September.
Di forum, turut diresmikan World Alliance for Disaster Management, dengan anggota pendiri yang termasuk Taiwan, sebelas sekutu diplomatiknya, dan Somaliland. 21 negara lainnya berpartisipasi sebagai pengamat atau mitra.
Aliansi ini akan mendorong pelatihan dan latihan bersama, bantuan timbal balik, serta berbagi informasi, dengan tujuan menjadikan Taiwan pusat lintas negara untuk pencegahan bencana dan koordinasi respons.
Presiden Lai Ching-te mengatakan Taiwan akan bekerja sama dengan mitra-mitra internasional untuk mengoordinasikan peringatan dini, respons bencana, dan pemulihan pascabencana melalui pelatihan bersama dan standar yang dibagikan.
Tiga pekerja migran Indonesia di Taiwan pada 20 September meraih Migrant International Photography Award yang diselenggarakan lembaga masyarakat One-Forty.
Rasa sedih yang mendalam akibat kehilangan ayah tertuang di selembar foto hitam putih. Ini adalah karya Nuhalim Sahwan April Utama, PMI yang meraih juara pertama Migrant International Photography Award yang digelar One-Forty dan dianugerahkan pada 20 September.
Ahmad Nasrul Fauji menyabet juara ketiga dengan foto rutinitasnya ketika menerima gaji, di mana ia membagi penghasilannya, termasuk untuk mempersiapkan pernikahan.
Siti Aisah meraih penghargaan favorit melalui karya yang bertema “Dapur Menjadi Tempatku Pulang Kepada Tuhan.”
Senior Education Specialist (Indonesia) One-Forty Colin Kristianti mengatakan kepada CNA bahwa kegiatan yang telah digelar tujuh kali ini bertujuan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pekerja migran untuk menyampaikan cerita tanpa terkendala bahasa.
Latihan tanggap bencana yang menyimulasikan bencana gempa bumi berskala besar dan melibatkan personel dari berbagai negara diselenggarakan di Taiwan timur dari 17 hingga 19 September, dihadiri ratusan pengamat internasional.
Gempa bumi 7,3 skala Richter mengguncang bagian selatan Lembah Longitudinal Timur. Inilah simulasi dalam latihan tanggap darurat bencana gempa yang digelar di Taiwan timur dari 17 hingga 19 September, sebagai bagian dari Hari Pencegahan Bencana Nasional Taiwan.
Latihan mencakup skenario terputusnya jalur transportasi, kerusakan pada infrastruktur penting, dan gangguan terhadap bantuan eksternal, serta melibatkan personel dari sebelas negara.
Presiden Lai Ching-te menekankan pentingnya latihan bersama, untuk membangun prosedur dan koordinasi bersama, sehingga negara-negara dapat melakukan operasi penyelamatan yang lebih efektif ketika bencana terjadi.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, latihan ini melibatkan lebih dari 1.300 peserta dari otoritas pusat dan daerah, serta menarik lebih dari 200 pengamat internasional.
Populasi Taiwan yang menua dapat saling melengkapi dengan bonus demografi Indonesia, kata seorang pejabat Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau KP2MI pada 16 September, setelah 35 warga negara Indonesia menjadi kelompok tenaga teknis asing pertama di sektor perhotelan Taiwan.
Direktur Penempatan Nonpemerintah Pada Pemberi Kerja Perseorangan KP2MI, Farid Maruf dalam wawancara dengan CNA pada 16 September mengatakan Indonesia sedang berada dalam bonus demografi, sehingga memiliki banyak talenta muda yang siap mengisi peluang kerja di luar negeri.
Sementara itu, populasi Taiwan tengah menua, dan sektor pariwisatanya cukup berkembang. Oleh karena itu, program baru Taiwan, yang membuka sektor perhotelan untuk pekerja teknis asing, merupakan peluang yang baik bagi kedua pihak.
Masing-masing pihak memiliki kebutuhan yang dapat saling melengkapi. Indonesia siap menyediakan tenaga kerja, sementara Taiwan juga siap membuka peluang kerja tersebut.
(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)