Wapres Hsiao puji peraih Fervent Global Love of Lives Award, termasuk asal Indonesia

21/09/2026 13:10(Diperbaharui 21/09/2026 13:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (ketiga dari kanan) dan peraih penghargaan Fervent Global Love of Lives Award ke-29 di Kantor Kepresidenan, Jumat. (Sumber Foto : Kantor Kepresidenan)
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (ketiga dari kanan) dan peraih penghargaan Fervent Global Love of Lives Award ke-29 di Kantor Kepresidenan, Jumat. (Sumber Foto : Kantor Kepresidenan)

Taipei, 21 Sep. (CNA) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) hari Jumat (18/9) menyampaikan penghormatan atas kontribusi para penerima Fervent Global Love of Lives Award ke-29, menyebut mereka mencintai kehidupan, menantang keterbatasan, dan mewujudkan nilai kehidupan.

Saat menyambut para penerima penghargaan di Istana Kepresidenan, Hsiao mengatakan mereka berhasil menonjol dari berbagai penjuru dunia, mengerahkan segenap upaya di berbagai bidang kehidupan, menciptakan harapan, dan mewujudkan nilai kehidupan yang luar biasa, sehingga menginspirasi banyak orang.

Hsiao juga menyoroti sejumlah kisah mereka, di antaranya pelukis Indonesia Winda Karunadhita, yang berhasil melawan distrofi otot, menopang keluarga melalui bakat seni lukis, sekaligus melindungi kelompok rentan di Bali, menunjukkan semangat kasih yang besar untuk membantu diri sendiri sekaligus orang lain.

Selain itu, Nanda Widya, pemimpin Metropolitan Group, menggunakan logika operasional perusahaan untuk membangun jaring pengaman sosial, merangkul kelompok rentan di Indonesia, serta mewujudkan cita-cita berbuat kebajikan demi keberlanjutan kehidupan manusia, kata Hsiao.

Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (kanan) dan pelukis Indonesia Winda Karunadhita. (Sumber Foto : Kantor Kepresidenan)
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (kanan) dan pelukis Indonesia Winda Karunadhita. (Sumber Foto : Kantor Kepresidenan)

Hsiao berterima kasih kepada seluruh penerima penghargaan karena telah berbagi semangat mereka akan kehidupan dan menyebarkan "kekuatan positif yang menginspirasi ke setiap penjuru dunia." Melalui tindakan nyata mereka, ucapnya, "api kehidupan yang penuh harapan menerangi dunia."

Hsiao mengatakan ia percaya penghargaan ini tidak hanya memiliki arti penting bagi para penerimanya, tetapi kisah mereka juga dapat menginspirasi banyak orang yang berada dalam situasi serupa dan menjadi teladan dalam pendidikan tentang kehidupan.

Fervent Global Love of Lives Award diselenggarakan sejak 1998 oleh Chou, Ta-Kuan Cultural and Educational Foundation, yayasan yang terinspirasi dari Chou Ta-kuan (周大觀), penyair cilik Taiwan yang meninggal di usia 9 tahun pada 18 Mei 1997 usai berjuang menghadapi kanker.

Dari 3.683 kandidat yang direkomendasikan berbagai kalangan di seluruh dunia, penghargaan tahun ini diberikan kepada 23 penerima yang berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

(Sumber Foto : Kantor Kepresidenan)
(Sumber Foto : Kantor Kepresidenan)

Menurut yayasan, Nanda, seorang keturunan Tionghoa, memilih untuk terjun membantu kelompok rentan di tengah gelombang kerusuhan 1998. Ia pun mendirikan Yayasan Metropolitan Peduli dan Yayasan Pendidikan Metland, yang masing-masing bergerak di bidang kesehatan dan pendidikan.

"Selama lebih dari 40 tahun, ia menggunakan kebijaksanaan lintas budaya untuk membangun, di tengah dunia yang penuh gejolak, sebuah surga yang berkelanjutan bagi umat manusia -- sebuah surga yang melampaui perbedaan ras, agama, dan kelas sosial," menurut yayasan.

Sementara itu, Winda yang menghadapi penyakit langka distrofi otot Duchenne, belajar melukis sendiri dengan alat-alat sederhana ketika jemarinya telah melemah. Namun, karyanya terus mendapatkan pengakuan dan dukungan.

"Ketika dunia mulai berguncang dan runtuh, ia tidak ikut jatuh bersamanya. Sebaliknya, ia mengubah rasa takut menjadi pandangan yang lebih mendalam terhadap hakikat kehidupan," kata yayasan.

Konferensi pers Fervent Global Love of Lives Award di Taipei pada 13 September. (Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
Konferensi pers Fervent Global Love of Lives Award di Taipei pada 13 September. (Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)

Di konferensi pers penghargaan di Taipei pada 13 September, Wakil Menteri Pendidikan Liu Kuo-wei (劉國偉) mengatakan bahwa melalui kisah-kisah kehidupan yang nyata dan menyentuh, para penerima penghargaan menunjukkan keberanian, kepedulian, dan harapan yang menjadi milik bersama umat manusia.

Kementerian Pendidikan, ucapnya, juga akan terus berbagi dengan dunia mengenai gagasan dan pengalaman Taiwan dalam mengembangkan pendidikan tentang kehidupan melalui pertukaran pendidikan internasional dan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.