Taipei, 18 Sep. (CNA) Kementerian Pendidikan Taiwan membangun “Basis Pengembangan Talenta dan Teknologi Industri Regional” untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri, dengan sekitar 6.000 mahasiswa mengikuti program tersebut setiap tahun melalui kurikulum yang dirancang bersama oleh perusahaan dan perguruan tinggi.
Taiwan Innotech Expo dimulai hari ini di Taipei World Trade Center, dengan stan khusus Kementerian Pendidikan yang menampilkan hasil program “Basis Pengembangan Talenta dan Teknologi Industri Regional.” Program tersebut mulai dijalankan pada 2022 dengan fokus mengintegrasikan perguruan tinggi dengan klaster industri lokal agar pendidikan tinggi dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.
Program tersebut memungkinkan mahasiswa memahami alur kerja dan prosedur operasional industri selama masa studi, sekaligus memberikan kesempatan bagi karyawan perusahaan untuk mengikuti pendidikan lanjutan.
Wakil Menteri Pendidikan Chu Chun-chang (朱俊彰) mengatakan dalam sambutannya hari ini bahwa sekitar 6.000 mahasiswa mengikuti berbagai kursus melalui program tersebut setiap tahun, sementara sekitar 3.000 karyawan perusahaan juga mengikuti pelatihan lanjutan di berbagai basis tersebut. Menurutnya, mereka merupakan fondasi penting bagi perkembangan teknologi inovatif di masa depan.
Di antara proyek yang dipamerkan dalam Pameran Teknologi Inovatif Taiwan, National Taipei University of Nursing and Health Sciences berfokus pada pengembangan tenaga profesional di bidang perawatan lansia dengan menggabungkan teknologi perawatan kesehatan pintar untuk mendorong inovasi layanan perawatan jangka panjang.
Sementara itu, National Formosa University menjadikan teknologi pesawat nirawak sebagai fokus utama dengan membangun lingkungan penelitian, pengembangan, dan pengujian yang lengkap guna mendorong perkembangan industri kedirgantaraan.
National Taipei University of Technology mengembangkan talenta industri untuk modul komunikasi utama satelit orbit rendah (LEO), dengan tujuan memperkuat keamanan komunikasi nasional serta pengembangan jaringan informasi global.
Cheng Shiu University mengembangkan tenaga ahli pemotongan lima sumbu untuk meningkatkan kemampuan manufaktur presisi.
Sementara itu, Lunghwa University of Science and Technology membangun basis yang berfokus pada transmisi data berkecepatan tinggi dan desain elektronik guna memenuhi kebutuhan komunikasi pada era pasca-5G.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi Taiwan InnoTech Expo.