KP2MI: Kebutuhan Taiwan akan tenaga kerja dapat lengkapi bonus demografi Indonesia

17/09/2026 14:36(Diperbaharui 17/09/2026 14:39)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Acara penyambutan 35 pekerja perhotelan asal Indonesia di Hotel Regent Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Pariwisata)
Acara penyambutan 35 pekerja perhotelan asal Indonesia di Hotel Regent Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Pariwisata)

Jakarta, 17 Sep. (CNA) Populasi Taiwan yang menua dapat saling melengkapi dengan bonus demografi Indonesia, kata seorang pejabat Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) pada Rabu (16/9), setelah 35 warga negara Indonesia menjadi kelompok tenaga teknis asing pertama di sektor perhotelan Taiwan.

"Indonesia sedang berada dalam bonus demografi, sehingga memiliki banyak talenta muda yang siap mengisi peluang kerja di luar negeri," kata Direktur Penempatan Nonpemerintah Pada Pemberi Kerja Perseorangan KP2MI, Farid Maruf dalam wawancara dengan CNA di Jakarta.

Sementara itu, populasi Taiwan tengah menua, dan sektor pariwisatanya "cukup berkembang," ucapnya. Oleh karena itu, kata Farid, program baru mereka, yang membuka sektor perhotelan untuk pekerja teknis asing, merupakan peluang yang baik bagi kedua pihak.

"Masing-masing pihak memiliki kebutuhan yang dapat saling melengkapi. Indonesia siap menyediakan tenaga kerja, sementara Taiwan juga siap membuka peluang kerja tersebut," kata Farid, yang mengaku pernah ke Taiwan dan menyaksikan bahwa pariwisatanya "sangat baik dan terus berkembang."

Program baru Taiwan

Taiwan tahun ini mulai membuka kesempatan bagi industri perhotelan dan akomodasinya untuk mendatangkan pekerja teknis asing dari luar negeri, di tengah kekurangan tenaga kerja.

Menurut statistik Kementerian Ketenagakerjaan (MOL), hingga akhir Agustus, lebih dari 60 perusahaan di sektor perhotelan dan akomodasi telah mengajukan permohonan untuk menjalani prosedur perekrutan tenaga kerja di dalam negeri, dengan total kebutuhan mencapai lebih dari 600 orang.

Sebagai gelombang pertamanya, 35 warga negara Indonesia tiba di Bandara Internasional Taoyuan pada Senin, disambut pejabat kedua negara. Silks Hotel Group hari Rabu menggelar penyambutan di Hotel Regent Taipei, tempat mereka akan bekerja.

Baca juga: 35 pekerja profesional Indonesia tiba di Taiwan jadi angkatan pertama sektor perhotelan

Menurut rilis pers, Ketua Silks Hotel Group, Steven Pan (潘思亮) mengatakan ke-35 pekerja teknis ini telah menjalani pelatihan di lini depan Regent Taipei, meliputi tata graha, pemesanan kamar, dan pelayanan tamu, sehingga memahami lingkungan kerja dan budaya perusahaan serta dapat lebih cepat beradaptasi.

Di sisi lain, dengan skema ini, perusahaan juga dapat melanjutkan hasil pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya, kata Pan.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pariwisata (TA) mengatakan pihaknya dalam beberapa tahun terakhir membantu perusahaan-perusahaan sektor akomodasi dan perhotelan bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri untuk mengatur program magang bagi mahasiswa asing di Taiwan.

Dalam kasus Regent kali ini, pembinaan selama masa magang diperluas hingga perekrutan setelah lulus, yang juga memungkinkan pengalaman belajar tersambung dengan pengembangan karier, kata TA.

TA menyatakan pihaknya akan terus mendorong kebijakan magang bagi mahasiswa asing dan bekerja sama dengan MOL untuk membantu perusahaan-perusahaan sektor akomodasi dan perhotelan memahami jalur perekrutan bagi mahasiswa asing yang telah lulus maupun tenaga teknis asing.

Pada saat yang sama, kata TA, pihaknya akan membimbing perusahaan dalam memperbaiki lingkungan kerja, membangun sistem pelatihan karier, serta memperkenalkan peralatan cerdas dan otomatisasi guna mengurangi beban pekerjaan yang bersifat repetitif.

Taiwan menjadi masyarakat super tua tahun lalu, yang berarti bahwa penduduknya yang berusia 65 tahun ke atas mencapai setidaknya 20 persen dari total populasi.

Populasi Taiwan tercatat sebanyak 23.224.721 pada akhir Agustus 2026, turun 103.622 orang dibandingkan tahun sebelumnya dan 10.281 orang dibandingkan bulan sebelumnya, menurut statistik pendaftaran rumah tangga yang dirilis Kementerian Dalam Negeri.

(Oleh Gwyneth Sharon, Huang Chiao-wen, dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.