Sekutu serukan inklusi Taiwan dalam surat bersama ke PBB

20/09/2026 11:15(Diperbaharui 20/09/2026 11:15)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Perwakilan tetap untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa John Silk dari Kepulauan Marshall (dari kiri), Janine Coye-Felson dari Belize, Vynnette Frederick dari St. Vincent dan Grenadines, serta Ilana Seid dari Palau. (Sumber Foto : Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di New York)
Perwakilan tetap untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa John Silk dari Kepulauan Marshall (dari kiri), Janine Coye-Felson dari Belize, Vynnette Frederick dari St. Vincent dan Grenadines, serta Ilana Seid dari Palau. (Sumber Foto : Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di New York)

Washington, 20 Sep. (CNA) Perwakilan tetap untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari lima sekutu diplomatik Taiwan hari Jumat (18/9) mengirimkan surat bersama kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, menyerukan agar negara tersebut diikutsertakan dalam organisasi internasional ini.

Dalam surat yang dikirim menjelang Debat Umum Sidang Umum ke-81 PBB (UNGA), para sekutu tersebut mengajukan tiga tuntutan kepada PBB untuk mendukung Taiwan: inklusi, pengakuan, dan persahabatan.

Secara khusus, sekutu Taiwan mendesak PBB untuk mencari cara yang tepat guna memfasilitasi keterlibatan bermakna Taiwan dalam organisasi itu, dengan berargumen bahwa Resolusi 2758, yang menerima Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai anggota PBB, tidak mengecualikan Taiwan.

Sementara Resolusi PBB 2758 tidak menyebutkan Taiwan dan hanya membahas masalah representasi Tiongkok, Beijing menafsirkannya sebagai keputusan yang memberinya hak untuk mewakili Tiongkok, termasuk Taiwan.

Beijing mengklaim bahwa resolusi tersebut "menegaskan" prinsip "Satu Tiongkok", yang menyatakan bahwa hanya ada satu Tiongkok di dunia dan Taiwan adalah "bagian yang tidak terpisahkan dari Tiongkok."

Di sisi lain, Taiwan berpendapat bahwa resolusi tersebut hanya membahas masalah representasi Tiongkok di PBB dan tidak menyebutkan Taiwan, juga tidak membahas status politiknya atau menetapkan kedaulatan Tiongkok atas Taiwan.

Selain mendorong inklusi Taiwan di PBB, sekutu Taiwan juga menyerukan agar organisasi internasional tersebut mengakui kontribusi Taiwan terhadap perdamaian lintas selat melalui upayanya dalam mempertahankan status quo.

Surat tersebut menyatakan bahwa perdamaian lintas selat merupakan elemen penting dalam perdamaian dan kemakmuran dunia.

Tuntutan ketiga yang diajukan sekutu Taiwan dalam surat tersebut mendesak PBB untuk berpegang pada prinsip-prinsipnya dan bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk secara proaktif mencegah konflik militer dan mempromosikan penyelesaian sengketa secara damai.

Surat bersama tersebut ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, dan diterima Kepala Staf Guterres, Earle Courtenay Rattray.

Perwakilan Tetap Ilana Seid dari Palau, Menissa Rambally dari Saint Lucia, John Silk dari Kepulauan Marshall, Janine Coye-Felson dari Belize, dan Vynnette Frederick dari Saint Vincent dan Grenadines mewakili sekutu Taiwan dalam menyerahkan surat kepada Rattray.

Dalam pernyataan terpisah, Lee Chih-chiang (李志強), kepala Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei di New York, mengucapkan terima kasih kepada para sekutu diplomatik atas tindakan mereka untuk menyatakan dukungan kuat terhadap partisipasi Taiwan dalam sistem PBB.

Lee menekankan bahwa PBB harus menemukan cara untuk mengikutsertakan Taiwan, agar negara tersebut dapat berkontribusi pada inisiatif seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

Ia juga menyatakan bahwa inklusi Taiwan sangat penting bagi PBB dalam memenuhi tema debat Sidang Umum ke-81: "Mengembalikan kepercayaan, mengelola transformasi: Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan manfaat bagi semua."

UNGA 81 dibuka pada 8 September. Debat Umum tingkat tingginya berlangsung dari 22 hingga 28 September, di markas besar PBB di Kota New York.

(Oleh Tony Liao, James Lo, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.