Taipei, 20 Sep. (CNA) Amerika Serikat (AS) tetap berkomitmen untuk menjaga daya tangkal di sepanjang rantai pulau pertama, kata Wakil Menteri Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) Taiwan Shen Yu-chung (沈有忠) pada Jumat (18/9).
Shen mengatakan Taiwan tetap menjalin komunikasi erat dengan AS dan pesan-pesan yang diterima Taipei menunjukkan bahwa mempertahankan pencegahan di sepanjang rantai pulau pertama tetap menjadi prioritas kebijakan AS.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di sela-sela seminar yang diadakan di Taipei oleh Institut Hubungan Internasional National Cheng Chi University (NCCU) mengenai perkembangan di Tiongkok dan prospek negara tersebut sejak Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 2022.
Shen mengatakan Taiwan harus mengamati dengan cermat apakah Presiden AS Donald Trump dan timnya menegaskan kembali bahwa kebijakan Taiwan Washington tetap tidak berubah selama pertemuan kedua dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) pada 24 September.
Komentarnya dilontarkan setelah mantan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Su Chi (蘇起) hari Kamis memperingatkan bahwa risiko di Selat Taiwan meningkat akibat perubahan komitmen keamanan AS terhadap Taiwan dan meningkatnya rasa urgensi Beijing terhadap Taiwan.
Su mengatakan kemungkinan Washington mengumumkan penjualan senjata baru ke Taiwan "sangat, sangat kecil," dengan alasan bahwa Beijing akan bereaksi keras terhadap langkah seperti itu sebelum atau sesudah pertemuan Trump-Xi.
Taiwan sebaiknya tidak hanya mengandalkan kekuatan eksternal untuk keamanannya dan harus mempertimbangkan langkah-langkah politik untuk mengurangi ketegangan lintas selat, kata Su.
"Saya tidak sepesimistis Su Chi," kata Shen.
Ketika ditanya tentang pernyataan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) bahwa Taiwan dan AS harus "mengelola Tiongkok secara bersama," Shen mengatakan frasa tersebut merujuk pada pengelolaan risiko, bukan Tiongkok itu sendiri.
"Mengelola Tiongkok secara bersama berarti mengelola risiko secara bersama. Itu tidak berarti mengelola Daratan Utama Tiongkok," katanya.
Taiwan memiliki tekad dan kemampuan untuk bekerja sama dengan Washington dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dengan mencegah Beijing menggunakan kekuatan untuk mengubah status quo, kata Shen.
Terkait sidang pleno kelima Komite Sentral ke-20 PKT yang akan datang, Shen mengatakan MAC telah mempersiapkan berbagai skenario dan akan memperbarui penilaian mereka terhadap perubahan personel seiring perkembangan yang terjadi.
"Peristiwa yang lebih penting adalah Kongres Nasional ke-21 tahun depan," kata Shen, seraya menambahkan bahwa keputusan personel utama, termasuk yang berkaitan dengan masa jabatan Xi, dapat diputuskan di sana.
Selesai/JC