Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP23

18/05/2026 17:31(Diperbaharui 18/05/2026 17:31)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Taiwan kritik Tiongkok pasca pernyataan Xi ke Trump

Sejumlah kritik telah dilontarkan lembaga-lembaga Pemerintah Taiwan setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping mengungkit Taiwan di pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 14 Mei.

Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu Presiden AS Donald Trump di Beijing pada 14 Mei. Xi dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa jika isu Taiwan tidak ditangani dengan baik, AS dan Tiongkok dapat mengalami bentrokan bahkan konflik, yang dapat membahayakan seluruh hubungan.

Menanggapi ini, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan kepada CNA bahwa Beijing adalah satu-satunya risiko bagi perdamaian dan stabilitas regional, dan Taiwan akan terus bekerja sama dengan AS dan negara-negara lain yang menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi untuk memastikan keamanan dan kemakmuran kawasan.

Dewan Urusan Tiongkok Daratan Taiwan mengatakan Taiwan merupakan pihak yang bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian di kawasan, sementara militer Tiongkok terus melakukan berbagai tindakan koersif terhadap Taiwan, yang menjadi risiko terbesar yang merusak perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam wawancara di Beijing memastikan kebijakan Washington terhadap Taiwan tidak berubah, dan penjualan senjata tidak menjadi fokus utama pembahasan.

Presiden Lai tegaskan Taiwan bukan bagian dari RRT

Presiden Lai Ching-te pada 17 Mei kembali menegaskan posisinya bahwa Taiwan sudah merdeka dan bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok, pasca pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperingatkan Taiwan agar tidak mengupayakan kemerdekaan.

Presiden AS Donald Trump dalam wawancara usai pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing mengatakan ia tidak ingin melihat Taiwan bergerak menuju "kemerdekaan," melainkan berharap ketegangan antara Taiwan dan Tiongkok dapat mereda.

Setelahnya, Presiden Lai Ching-te dalam acara Partai Progresif Demokratik pada 17 Mei menegaskan bahwa Republik Tiongkok, nama resmi Taiwan, tidak saling berada di bawah satu sama lain dengan Republik Rakyat Tiongkok.

Dari sana, ia pun menegaskan Taiwan sudah menjadi negara yang merdeka.

Dalam unggahan Facebook, Lai menambahkan bahwa Taiwan tidak akan pernah dikorbankan atau diperdagangkan.

Tindakan yang merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan bukan hanya tantangan terang-terangan terhadap aturan dan tatanan internasional, tetapi juga akan berdampak signifikan pada keamanan Indo-Pasifik, rantai pasok global, dan ekonomi dunia, tegas Lai.

Film Taiwan tentang kuntilanak hadir di pasar film Cannes

Sebuah film Taiwan yang mengangkat kisah kuntilanak dari Indonesia hadir di Marché du Film, pasar film Festival de Cannes ke-79 di Prancis.

Taiwan menampilkan film, kekayaan intelektual, karya imersif, dan musik dalam Festival de Cannes ke-79 sebagai upaya untuk meraih pengakuan yang lebih besar bagi industri kreatifnya di kancah global. Di antaranya, film klasik Taiwan "The Dull-Ice Flower" terpilih dalam bagian Cannes Classics.

Sementara itu, Paviliun Taiwan dibuka di Marché du Film guna mempromosikan konten layar Taiwan sekaligus menghubungkan para kreator dengan mitra internasional.

Salah satunya adalah film horor "The Rope Curse 4: Kuntilanak", yang menceritakan tokoh Mila yang menjadi korban kutukan di Taiwan usai menyaksikan ritual yang membangkitkan sosok kuntilanak. Demi mencari jawaban, putranya kembali ke Indonesia.

Proyek Taiwan lainnya adalah manga "The Echo Before Dawn" yang terpilih dalam bagian "Shoot the Book! Pitches" karena potensinya diadaptasi.

Ketua Taiwan Creative Content Agency, Sue Wang mengatakan kepada CNA bahwa pengembangan kekayaan intelektual merupakan salah satu fokus utama paviliun, dan kekuatan Taiwan terletak pada "orisinalitasnya yang kaya."

Taiwan juga mempromosikan karya media imersif dengan "Taiwan Immersive Showcase", sementara komposer Taiwan Lee Pei-chin telah terpilih sebagai peserta "Composers on the Rise".

Sejumlah negara dukung partisipasi Taiwan di WHA

Sejumlah negara telah menyerukan agar Taiwan diikutsertakan dalam Sidang Kesehatan Dunia atau WHA, setelah Taipei kembali tidak menerima undangan untuk tahun yang kesepuluh berturut-turut.

Sidang ke-79 WHA digelar di Jenewa pada 18 hingga 23 Mei, tetapi Taiwan tidak menerima undangan, dan Tiongkok pekan lalu mengatakan mereka memutuskan untuk tidak menyetujui partisipasi "wilayah Taiwan".

Menanggapi ini, sejumlah negara telah menyampaikan dukungan kehadiran Taiwan di WHA, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Eswatini, Tuvalu, dan Santo Kits dan Nevis.

Taiwan telah menggelar berbagai acara di Jenewa sebagai ganti ketidak ikutsertaannya sejak 2016. Tahun ini, Pameran Teknologi Medis dan Kesehatan Pintar Taiwan dihelat dari 17 hingga 19 Mei.

Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung mengatakan absennya Taiwan terutama disebabkan tekanan diplomatik dari Tiongkok, menjadikannya bukan hanya persoalan kesehatan global, tetapi juga diplomatik, sehingga para pakar medis dunia berkumpul di Jenewa setiap tahunnya untuk memastikan suara Taiwan dapat didengar.

Kelompok masyarakat Taiwan juga menggelar pameran khusus di Stasiun Pusat Jenewa. Di sana, Menteri Kesehatan Shih Chung-liang mengatakan Taiwan tidak bisa melewatkan pertemuan yang mempertemukan para pakar dan pejabat kesehatan dari seluruh dunia.

(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.