Trump: Kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah setelah kunjungan ke Tiongkok

16/05/2026 15:43(Diperbaharui 16/05/2026 15:43)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Sumber Foto : Reuters)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Sumber Foto : Reuters)

Taipei, 16 Mei (CNA) Kebijakan lama Amerika Serikat terhadap Taiwan tetap tidak berubah, kata Presiden AS Donald Trump tak lama setelah bertemu dengan rekannya dari Tiongkok, Xi Jinping (習近平) di Beijing, sambil memperingatkan agar Taiwan tidak mendeklarasikan kemerdekaan.

"Tidak ada yang berubah," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News setelah kembali ke AS dari kunjungan kenegaraan dua harinya ke Tiongkok.

"Saya tidak ingin ada pihak yang memerdekakan diri dan, Anda tahu, kita seharusnya menempuh perjalanan 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan itu," kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia ingin kedua pihak di Selat Taiwan untuk 'meredakan ketegangan'.

Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan putaran baru penjualan senjata ke Taiwan, namun belum memastikan apakah ia akan menyetujui paket tersebut.

"Saya belum menyetujuinya. Kita akan lihat apa yang terjadi. Mungkin saya lakukan, mungkin juga tidak," kata presiden.

Media AS sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Trump telah menunda paket senjata senilai sekitar US$14 miliar (Rp246,4 triliun) menjelang kunjungannya ke Tiongkok, yang selalu menentang setiap penjualan senjata AS ke Taiwan.

Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Sumber Foto : Reuters)
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Sumber Foto : Reuters)

Menanggapi pernyataan Trump, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) mengatakan bahwa Washington telah berulang kali menegaskan bahwa kebijakan lamanya terhadap Taiwan tetap tidak berubah sejak pemerintahan Trump menjabat.

MOFA mengatakan ekspansi militer Tiongkok dan aktivitas yang terus berlanjut di sekitar Selat Taiwan tetap menjadi "sumber utama ketidakstabilan" di kawasan, seraya menambahkan bahwa Taiwan bertekad untuk mempertahankan status quo di Selat Taiwan dan memperkuat kemampuan pertahanan dirinya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat, MOFA menggambarkan penjualan senjata AS sebagai bagian dari komitmen keamanan Washington di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan dan "sebagai penangkal bersama terhadap ancaman regional."

Kementerian juga mencatat bahwa AS telah menyetujui dua putaran penjualan senjata ke Taiwan selama masa jabatan Trump saat ini dan terus bekerja sama dengan Taiwan serta mitra regional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Pakar: Pernyataan Xi tentang Taiwan ke Trump jadi peringatan untuk AS

Trump juga sebelumnya mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One AS bahwa ia tidak membuat komitmen apa pun kepada Xi mengenai Taiwan dan menolak untuk mengatakan apakah Washington akan membela Taiwan jika terjadi serangan dari Tiongkok.

"Hanya ada satu orang yang tahu itu, dan itu adalah saya," kata Trump seperti dikutip oleh laporan internasional.

(Oleh Chao Yen-hsiang dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.