Taipei, 18 Mei (CNA) Taiwan untuk pertama kalinya diundang mengajukan saran mengenai potensi solusi untuk program eksplorasi bulan Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) Amerika Serikat (AS), yang diharapkan kepala badan antariksa Taiwan akan membantu negara tersebut mendapatkan pijakan dalam "ekonomi bulan."
Keberhasilan mendapatkan undangan ini akan memungkinkan perusahaan-perusahaan Taiwan melewati kontraktor sistem pihak ketiga dan bekerja langsung dengan pengguna akhir, dalam hal ini NASA, kata Direktur Jenderal Antariksa Taiwan, Wu Jong-shinn (吳宗信) dalam wawancara dengan CNA pada akhir April.
Secara resmi dikenal sebagai "permintaan informasi" (RFI), undangan tersebut dikeluarkan NASA untuk mendapatkan masukan terkait 32 celah teknis dalam program eksplorasi bulan Artemis.
Artemis, yang dipimpin NASA bekerja sama dengan mitra internasional dan komersial, bertujuan untuk mendaratkan manusia di bulan pada 2028 dan membangun pangkalan bulan jangka panjang pada 2030.
Langkah awal?
RFI umumnya dikeluarkan pada tahap perencanaan proyek untuk mempelajari solusi apa saja yang tersedia dan memahami lebih baik potensi vendor.
RFI bukanlah peluang kontrak, tetapi akan memberikan kesempatan bagi Taiwan untuk memperkenalkan kemampuan antariksa mereka, dan NASA akan menggunakan informasi yang didapat untuk menentukan akuisisi di masa depan.
Wu mengatakan pengembangan antariksa Taiwan telah berkembang secara stabil selama dua dekade terakhir, bertransformasi dari pengguna teknologi asing menjadi penyedia teknologi dan data, serta semakin menjadi mitra internasional.
Industri antariksa Taiwan saat ini per tahunnya menghasilkan hampir NT$300 miliar (Rp1,676 triliun), kata Wu, dan bangkitnya ekonomi bulan dapat menciptakan momentum baru untuk pertumbuhan.
Mengkhususkan diri dalam manufaktur kontrak, perusahaan-perusahaan Taiwan secara historis dikecualikan dari kontrak desain bernilai tinggi karena mereka tidak memiliki akses ke skenario operasional akhir, kata Wu, sebuah tren yang ia harapkan dapat diubah RFI NASA.
Wu meyakini bahwa sektor semikonduktor dan mesin presisi Taiwan akan memberikan peran yang tak tergantikan dalam teknologi antariksa, terutama karena pangkalan bulan permanen akan membutuhkan otomatisasi yang luas, yang bergantung pada semikonduktor.
Namun, ia juga berpendapat bahwa partisipasi Taiwan dalam ekonomi antariksa perlu bergerak menuju kemampuan integrasi sistem.
RFI tersebut mencakup permintaan informasi tentang infrastruktur yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem bulan -- kondisi hampir vakum, paparan radiasi tinggi, dan gravitasi sekitar seperenam dari Bumi -- serta teknologi komputasi canggih untuk operasi antariksa.
Permintaan tersebut melampaui solusi sederhana, dan untuk memperkuat respons Taiwan, Direktur Jenderal Antariksa Taiwan (TASA) berencana mengintegrasikan sumber daya dari sektor swasta dan publik serta akademisi untuk membentuk "tim nasional" yang mampu memenuhi kebutuhan teknologi NASA, kata Wu.
Lembaga tersebut juga akan menilai perusahaan-perusahaan Taiwan yang memiliki kemampuan yang diperlukan dan fokus pada teknologi kunci dengan aplikasi luas dan nilai industri jangka panjang, ujarnya.
Dasar hukum kolaborasi
Selain peluang RFI NASA, Wu mengatakan rencana Undang-Undang Bantuan Taiwan-Amerika, yang baru-baru ini lolos tinjauan komite di kedua kamar Kongres AS dan kini menunggu pertimbangan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, juga dapat memberikan peluang komersial bagi Taiwan.
Rancangan tersebut tersebut akan mengizinkan kerja sama langsung antara TASA, NASA, dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) AS dalam program satelit, eksplorasi antariksa, dan penelitian atmosfer.
Selesai/