Di Jenewa, Menlu: Taiwan berjuang agar terdengar pasca diblokir Tiongkok dari WHA

18/05/2026 11:18(Diperbaharui 18/05/2026 11:18)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung berbicara di pembukaan Pameran Teknologi Medis & Kesehatan Pintar Taiwan di Jenewa. (Sumber Foto : CNA, 18 Mei 2026)
Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung berbicara di pembukaan Pameran Teknologi Medis & Kesehatan Pintar Taiwan di Jenewa. (Sumber Foto : CNA, 18 Mei 2026)

Jenewa, 18 Mei (CNA) Menteri Luar Negeri Taiwan Lin Chia-lung (林佳龍) hari Senin (18/5) mengatakan absennya Taiwan secara berkelanjutan dari Majelis Kesehatan Dunia (WHA) bukan hanya persoalan kesehatan global, tetapi juga diplomatik, sehingga para pakar medis dunia berkumpul di Jenewa, Swiss setiap tahunnya.

Dalam keterangannya kepada media di Jenewa, Lin mengatakan Taiwan tidak dapat menghadiri pertemuan tahunan itu untuk tahun kesepuluh berturut-turut "terutama karena tekanan diplomatik dari Tiongkok."

"Oleh karena itu, isu ini bukan sekadar isu kesehatan global, tetapi juga isu diplomatik," kata Lin.

Lin mengatakan ketidakhadiran Taiwan dalam badan pengambil keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu "tidak adil" dan "merugikan dunia," dengan merujuk pada kontras tajam antara respons Taiwan dan Tiongkok selama pandemi COVID-19.

Target Taiwan adalah kembali ke WHA, kata Lin. Namun, ia mengatakan upaya untuk dapat berpartisipasi juga memungkinkan dunia melihat Taiwan.

Dalam proses ini, para pakar kesehatan dan medis dari banyak negara berkumpul setiap tahun di Jenewa karena "mereka tidak akan melewatkan kesempatan apa pun untuk berbicara bagi Taiwan dan memastikan suara Taiwan dapat didengar," tambahnya.

Sebelumnya, Lin dalam unggahan Facebook pada Minggu menuliskan bahwa meskipun Taiwan kembali tidak diundang untuk berpartisipasi dalam WHA tahun ini, "Kami tidak pernah absen di saat-saat kritis ketika sistem kesehatan masyarakat global membutuhkan Taiwan."

Sidang ke-79 WHA dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada 18–23 Mei, mempertemukan negara-negara anggota WHO untuk menetapkan kebijakan dan prioritas kesehatan global.

(Sumber Foto : CNA, 18 Mei 2026)
(Sumber Foto : CNA, 18 Mei 2026)

Taiwan tidak menerima undangan untuk hadir, dan Tiongkok pekan lalu mengatakan mereka memutuskan untuk tidak menyetujui partisipasi "wilayah Taiwan" dalam WHA tahun ini.

Taiwan tidak lagi berpartisipasi dalam majelis tersebut sejak 2016, ketika masih ikut sebagai pengamat pada masa hubungan yang lebih hangat dengan Beijing.

Sebagai gantinya, Taiwan menggelar berbagai acara di Jenewa -- tempat WHO berkantor pusat dan WHA diselenggarakan -- yang bertepatan dengan pelaksanaan majelis tersebut.

Belum pernah ada menteri luar negeri Taiwan yang melakukan kunjungan publik untuk menghadiri kegiatan tim aksi WHA Taiwan, yang digelar bersama oleh Kementerian Luar Negeri (MOFA) dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, dan biasanya dihadiri menteri kesehatan.

Pada Minggu, Lin dan Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) mengunjungi Pameran Teknologi Medis & Kesehatan Pintar Taiwan, yang digelar di sebuah hotel di Jenewa dari hari itu hingga Selasa.

Pameran tersebut menampilkan 30 perusahaan Taiwan yang bergerak di bidang kesehatan pintar dan inovatif, serta beberapa pusat medis terkemuka di Taiwan.

Pameran perdana ini juga mencakup bagian khusus yang menyoroti pencapaian Taiwan dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan kepada negara-negara sekutu diplomatik dan negara sahabat. Bagian ini diselenggarakan TaiwanICDF, lembaga bantuan luar negeri Taiwan.

Saat meninjau pameran, Lin dan Shih menyaksikan penandatanganan sebuah nota kesepahaman antara TaiwanICDF dan Ordo Militer Berdaulat Malta untuk bersama-sama memberikan dukungan psikologis dan layanan rehabilitasi bagi penyintas amputasi Ukraina yang terluka dalam invasi Rusia ke Ukraina.

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Shih Chung-liang (tengah) di Jenewa. (Sumber Foto : CNA, 17 Mei 2026)
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Shih Chung-liang (tengah) di Jenewa. (Sumber Foto : CNA, 17 Mei 2026)

Kampanye resmi Taiwan juga diperkuat kelompok-kelompok masyarakat sipil.

Pada Sabtu sore, koalisi organisasi -- termasuk Taiwan United Nations Alliance (TAIUNA), Taiwan Healthcare Youth Alliance, Ananasli Kulturvereinthe, dan Walking for Taiwan Association -- membuka sebuah pameran khusus di Stasiun Pusat Jenewa.

Upacara pembukaan pameran dihadiri Shih serta para legislator dari ketiga partai politik utama Taiwan.

Sambil menyatakan penyesalannya karena Taiwan tidak diundang ke WHA, Shih mengatakan Taiwan tidak bisa melewatkan pertemuan yang mempertemukan para pakar dan pejabat kesehatan dari seluruh dunia.

Ia mengatakan Taiwan akan terus membagikan keahlian kesehatan publik dan medisnya kepada komunitas internasional melalui forum-forum dan acara terkait.

Menurut Shih, forum tahun ini akan berfokus pada isu-isu seperti eliminasi hepatitis C global, deteksi dini kanker, pengobatan yang setara, serta layanan kesehatan digital.

Liou Huei-syuan (劉蕙瑄), wakil presiden Taiwan Healthcare Youth Alliance, mengatakan pameran bertujuan menyoroti kemampuan medis Taiwan yang maju, termasuk sistem Asuransi Kesehatan Nasional, strategi pencegahan penyakit, dan penerapan medis pintar.

Liou Huei-syuan, wakil presiden Taiwan Healthcare Youth Alliance. (Sumber Foto : CNA, 17 Mei 2026)
Liou Huei-syuan, wakil presiden Taiwan Healthcare Youth Alliance. (Sumber Foto : CNA, 17 Mei 2026)

Pameran itu menarik perhatian banyak orang yang melintas, beberapa di antaranya berhenti untuk melihat pajangan atau mengambil foto.

Salah satu pengunjung, Vibhu Garg, mengatakan kepada CNA bahwa pameran ini menunjukkan Taiwan telah memberikan kontribusi signifikan dalam kesehatan publik dan layanan medis, termasuk saat wabah seperti SARS dan COVID-19.

Masyarakat seharusnya dapat saling belajar dan berbagi praktik terbaik tanpa pembatasan, kata Garg, seraya menambahkan bahwa ini bukan soal negara, melainkan soal kemanusiaan.

(Oleh Joseph Yeh, Wu Po-wei, Evelyn Kao, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.