Film, IP, dan karya imersif Taiwan berupaya raih pengakuan global di Cannes

18/05/2026 12:17(Diperbaharui 18/05/2026 12:17)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Paviliun Taiwan di Marché du Film, sebuah platform film dalam Festival de Cannes ke-79. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
Paviliun Taiwan di Marché du Film, sebuah platform film dalam Festival de Cannes ke-79. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)

Cannes, 18 Mei (CNA) Taiwan menampilkan film, kekayaan intelektual (IP), karya imersif, dan musik dalam Festival de Cannes ke-79, sebagai upaya untuk meraih pengakuan yang lebih besar bagi industri kreatifnya di kancah global.

Film klasik Taiwan tahun 1989 "The Dull-Ice Flower" (魯冰花), yang disutradarai oleh Yang Li-kuo (楊立國) dan diadaptasi dari novel berjudul sama karya Chung Chao-cheng (鍾肇政), terpilih dalam bagian Cannes Classics.

Pihak festival menggambarkan film tersebut menggunakan "gaya visual yang sederhana untuk menyingkap realitas sosial kehidupan sehari-hari," serta mencatat bahwa film itu pernah ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Berlin pada tahun 1990.

Versi restorasi digital film tersebut dijadwalkan menjalani penayangan perdana dunia pada Minggu sore waktu setempat di Cannes.

Sementara itu, Taiwan Creative Content Agency (TAICCA) mendirikan Paviliun Taiwan di Marché du Film, pasar film dalam festival tersebut, guna mempromosikan konten layar Taiwan sekaligus menghubungkan para kreator dengan mitra internasional.

"Malam Taiwan" di Festival de Cannes hari Kamis. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
"Malam Taiwan" di Festival de Cannes hari Kamis. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)

Salah satu proyek yang ditampilkan adalah film horor "The Rope Curse 4: Kuntilanak", karya sutradara Liao Shih-han (廖士涵) dan diproduseri Jeff Tsou (鄒介中) di bawah perusahaan WOWing Entertainment Group.

Film ini menceritakan tokoh Mila yang menjadi korban kutukan usai menyaksikan ritual pengusiran roh terlarang yang disiarkan langsung di Indonesia, yang kemudian membangkitkan sosok kuntilanak, menurut situs web Taiwan Pavilion.

Kematian misterius dan kerasukan brutal kemudian terjadi, dan ketika Yulan tiba-tiba pingsan dan diketahui kehilangan sebagian jiwanya, menjadi jelas bahwa ini bukan insiden terpisah, melainkan kutukan lintas negara, menurut situs web.

Demi mencari jawaban, putra Mila membawa abu jenazah ibunya kembali ke Indonesia, berharap dapat mengungkap kebenaran di balik kematiannya, tetapi malah masuk ke dalam mimpi buruk yang berakar pada cerita rakyat kuno dan kebencian yang belum terselesaikan, kata situs web.

Inisiatif "Shoot the Book!" yang digelar dalam Festival de Cannes ke-79. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
Inisiatif "Shoot the Book!" yang digelar dalam Festival de Cannes ke-79. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)

Proyek lainnya adalah manga "The Echo Before Dawn" (黎明前的回聲) karya mangaka Lang Chi (狼七), yang terpilih dalam bagian "Shoot the Book! Pitches" bersama delapan karya lain dari seluruh dunia karena potensinya untuk diadaptasi.

"Shoot the Book! Pitches" merupakan inisiatif yang diluncurkan pada 2014 untuk membawa karya sastra unggulan ke layar, menurut situs resmi TAICCA.

Ketua TAICCA Sue Wang (王時思) mengatakan kepada CNA bahwa pengembangan IP merupakan salah satu fokus utama paviliun tersebut. Ia menyebut kekayaan intelektual sebagai titik awal adaptasi menjadi animasi, film pendek, film panjang, maupun gim.

Sambil menyatakan harapan untuk menjalin kemitraan dengan sineas dan distributor global, Wang mengatakan kekuatan Taiwan terletak pada "orisinalitasnya yang kaya."

Selain film dan IP manga, Taiwan juga mempromosikan karya media imersif di Cannes.

Ketua TAICCA Sue Wang menghadiri "Taiwan Immersive Showcase" dalam Festival de Cannes ke-79 pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
Ketua TAICCA Sue Wang menghadiri "Taiwan Immersive Showcase" dalam Festival de Cannes ke-79 pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)

"Taiwan Immersive Showcase" pada Rabu membuka Immersive Market, menampilkan proyek-proyek yang telah dipamerkan secara internasional seperti "Dark Rooms", "Drift in Time", dan "Modern Times", serta produksi bersama internasional yang didukung Kementerian Kebudayaan Taiwan atau TAICCA, termasuk "The Immersive Carnival of the Animals".

Wang mengatakan karya imersif merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan di masa depan. Ia juga mencatat perwakilan dari Venice Immersive di Festival Film Venesia dan Festival NewImages Prancis menghadiri showcase Taiwan tersebut.

Selain itu, "Playing With Fire: An Immersive Odyssey with Yuja Wang", produksi bersama Inggris, Prancis, dan Taiwan, terpilih sebagai salah satu dari sembilan karya yang berkompetisi dalam Immersive Competition.

Sutradara dan seniman media baru asal Taiwan, Huang Hsin-chien (黃心健), turut menjadi anggota dewan juri kompetisi tersebut.

Para peserta mencoba "Playing With Fire: An Immersive Odyssey with Yuja Wang", sebuah produksi bersama yang melibatkan Inggris, Prancis, dan Taiwan. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
Para peserta mencoba "Playing With Fire: An Immersive Odyssey with Yuja Wang", sebuah produksi bersama yang melibatkan Inggris, Prancis, dan Taiwan. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)

Talenta musik Taiwan juga mencuri perhatian di festival.

Komposer Taiwan Lee Pei-chin (李沛岑) terpilih sebagai salah satu dari lima peserta "Composers on the Rise", sebuah inisiatif baru Marché du Film tahun 2026 yang menyoroti talenta musik pendatang baru.

Lee menggubah musik untuk "Nagi Notes", yang disutradarai Koji Fukada dan terpilih dalam kompetisi Palme d'Or. Lagu penutup film tersebut, yang juga dikomposisi Lee, dibawakan penyanyi-penulis lagu Taiwan Enno Cheng (鄭宜農).

Festival de Cannes ke-79 berlangsung pada 12–23 Mei.

Sementara itu, Marché du Film digelar pada 12–20 Mei dan mempertemukan sekitar 15.000 profesional industri dari lebih dari 140 negara, menurut situs resminya.

(Oleh Lee Jo-yun, Wu Kuan-hsien, dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

Taiwan menampilkan "Drift in Time" dalam "Taiwan Immersive Showcase" pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
Taiwan menampilkan "Drift in Time" dalam "Taiwan Immersive Showcase" pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 16 Mei 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.