Taipei, 17 Mei (CNA) Sebuah pameran baru di Taiwan tengah sedang mengulas kembali kebangkitan budaya komik Taiwan pada akhir 1980-an dan awal 1990-an melalui warisan sebuah majalah mingguan yang pernah ambisius dan berupaya membangun industri komik lokal.
Pameran yang bertajuk "1989, A Sunday Comics Dream" ini berfokus pada majalah komik mingguan "Sunday Comics" (星期漫畫), yang menerbitkan 80 edisi antara 1989 dan 1991.
Majalah tersebut merupakan upaya ambisius untuk membangun seri komik Taiwan pada saat industri lokal masih dalam tahap awal, kata Aho Huang (黃健和), kurator pameran, kepada CNA melalui surel hari Jumat (15/5).
Namun, meskipun "Sunday Comics" awalnya mencetak 50.000 eksemplar, peredarannya menurun menjadi sekitar 5.000 pada edisi terakhirnya di tengah persaingan ketat dari majalah manga Jepang bajakan, menurut Huang.
Huang, seorang editor komik veteran yang menerima Penghargaan Kontribusi Khusus di Golden Comics Awards 2025, menggambarkan majalah tersebut sebagai "sebuah eksperimen berani" yang diciptakan para seniman yang ingin mendorong komik Taiwan ke panggung internasional.
Huang mengatakan "Sunday Comics" mencerminkan beberapa ambisi yang dimiliki para seniman komik Taiwan saat itu, termasuk impian untuk membuat komik secara profesional, membangun sistem penerbitan mingguan seperti majalah manga Jepang, dan pada akhirnya mencapai standar internasional.
"Dulu, tidak banyak orang yang pernah ke luar negeri. Yang bisa mereka lakukan hanyalah membaca karya-karya impor dari Jepang, Amerika Serikat, dan Prancis, lalu mengagumi standar kreativitas mereka," kata Huang.
Pameran yang diadakan di National Taiwan Museum of Comics di Taichung ini menampilkan naskah asli, ruang redaksi dan kelas yang direkonstruksi, serta materi arsip yang mendokumentasikan perkembangan komik Taiwan selama periode tersebut.
Dalam Kondisi yang Sulit
Hanya dua tahun sebelum debut "Sunday Comics", Taiwan telah mencabut hukum darurat militer.
"Tiga puluh tahun lalu, mereka mengambil langkah pertama tanpa rasa takut," kata Huang. "Baru dalam beberapa tahun terakhir kita mulai melihat hasil dari upaya tersebut mulai matang."
Membandingkan majalah itu dengan tahap awal Chinese Professional Baseball League (CPBL) Taiwan, Huang mengatakan upaya awal seperti itu membantu meletakkan dasar bagi pengakuan internasional komik Taiwan yang semakin berkembang.
Seniman komik Taiwan Chang Sheng (常勝), misalnya, baru-baru ini menjadi seniman Taiwan pertama yang menerima dua nominasi dalam tahun yang sama di Will Eisner Comic Industry Awards 2026.
Huang mendorong masyarakat untuk mengunjungi pameran yang dibuka pada Rabu dan berlangsung hingga 11 Oktober ini, serta mempelajari lebih lanjut tentang bab penting dalam sejarah komik Taiwan.
"Melihat kembali sejarah adalah satu-satunya cara untuk melangkah menuju masa depan," katanya.
Selesai/