Taipei, 17 Mei (CNA) Ratusan diaspora Indonesia di Taiwan menghadiri PERPITALKS dan PULANG Job Fair, sebuah kegiatan pengembangan karier dan bursa kerja yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia di Taiwan (PERPITA) di Dazhi Denwell, Taipei, Sabtu (16/5).
Kegiatan gratis yang digelar bekerja sama dengan Bosshire, perusahaan penyedia layanan rekrutmen dan pencarian bakat berbasis kecerdasan buatan (AI), menghadirkan sesi berbagi bersama kreator konten serta bursa kerja yang diikuti lebih dari 25 perusahaan.
Angela Irena selaku Associate Marketing Manager Bosshire mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pertama pihaknya bersama PERPITA dalam penyelenggaraan bursa kerja di Taipei, Taiwan, setelah sebelumnya mengadakan perhelatan serupa di Tiongkok pada April lalu.
Ia menyatakan harapannya agar perusahaan-perusahaan yang mengikuti bursa kerja ini dapat memperoleh kandidat berkualitas untuk bekerja di Indonesia, sekaligus mendorong mahasiswa Indonesia di Taiwan agar dapat berkontribusi bagi tanah air melalui pengalaman dan kemampuan yang mereka miliki.
Acara Sabtu terdiri dari dua rangkaian utama, yakni PERPITALKS yang menghadirkan "sesi inspiratif" bersama kreator konten Leonardo Edwin dan Eva Alicia, serta PULANG Job Fair yang mempertemukan mahasiswa Indonesia di Taiwan dengan berbagai perusahaan yang membuka peluang kerja di tanah air.
Pada sesi pagi PERPITALKS, Leonardo Edwin membawakan tema "Turning Content into Career", sementara Eva Alicia hadir pada sesi siang dengan tema "Personal Growth in Your 20s".
Rangkaian PULANG Job Fair diikuti sejumlah perusahaan dan merek, termasuk Bank Mandiri, J&T Cargo, Mixue, Aice, Miniso, dan berbagai perusahaan lainnya.
Acara dimulai dengan kata sambutan dari sejumlah tamu undangan, antara lain Wakil Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei Johanes Andi, Chairman Overseas Chinese Association HQ Lin Chi-kuo (林齊國), serta Ketua PERPITA Winston Susanto.
Dalam wawancara bersama CNA, Andi menyampaikan apresiasi kepada PERPITA yang disebutnya telah menjadi mitra KDEI dalam berbagai bidang, tidak hanya pendidikan, tetapi juga kebudayaan, pariwisata, serta perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).
"Kegiatan ini sangat-sangat saya apresiasi karena akan membuka peluang yang begitu banyak untuk job (pekerjaan) bagi teman-teman kita mahasiswa yang ada di Taiwan ini," ujarnya, yang juga berpesan agar mahasiswa Indonesia di Taiwan benar-benar mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja, terutama dengan memperkuat kemampuan bahasa Mandarin.
Bank Mandiri cabang Hong Kong, turut hadir dalam acara tersebut untuk merekrut calon pegawai melalui dua jalur, yakni Officer Development Program atau Management Trainee serta program magang.
General Manager Bank Mandiri cabang Hong Kong, Yudha mengatakan kepada CNA meskipun pihaknya berbasis di kota tersebut, mereka dapat menjadi perpanjangan tangan divisi sumber daya manusia kantor pusat dalam proses rekrutmen, khususnya bagi kandidat yang memiliki kemampuan berbahasa Mandarin.
Salah satu peserta yang hadir, Brandon, mahasiswa semester dua program Digital Learning and Education di National Taiwan University of Science and Technology, menilai kegiatan ini unik karena berfokus pada mahasiswa Indonesia yang ingin kembali dan bekerja di Indonesia.
Brandon mengatakan bursa kerja yang biasanya ia datangi di Taiwan cenderung didominasi perusahaan Taiwan, sementara PULANG Job Fair secara khusus membuka gambaran peluang karier di Indonesia bagi lulusan Taiwan.
"Acara ini cukup membantu untuk melihat prospek karier," ujarnya.
Sementara itu, Winston mengatakan sesi pagi acara dihadiri sekitar 500 peserta. Ia berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa Indonesia di Taiwan terus berkembang sekaligus memberikan lebih banyak pilihan karier bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang mencari pekerjaan.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa dapat mempertimbangkan peluang untuk kembali bekerja di Indonesia, tetapi tetap didorong mencari kesempatan terbaik sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Selesai/JC