Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP22

04/05/2026 16:27(Diperbaharui 04/05/2026 16:28)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

 

Presiden Lai kunjungi Eswatini

Presiden Lai Ching-te pada 2 Mei memulai kunjungannya ke Eswatini, satu-satunya negara sekutu Taiwan di Afrika, untuk menandai peringatan 40 tahun pemerintahan dan ulang tahun ke-58 Raja Mswati III.

Dalam pertemuan bilateral, Lai dan sang raja menyaksikan penandatanganan perjanjian bantuan timbal balik dalam urusan kepabeanan.

Sebuah komunike bersama menyatakan kedua pihak akan terus memperkuat kerja sama dan meningkatkan hubungan perdagangan.

Lai dan delegasinya juga mengunjungi proyek-proyek yang didukung Taiwan di Eswatini, termasuk taman inovasi industri, fasilitas cadangan minyak strategis, dan pusat konvensi internasional.

Ia menyampaikan harapan agar lebih banyak perusahaan swasta Taiwan berinvestasi di Eswatini dan mengembangkan talenta di sana.

Menurut Istana Presiden, rencana perjalanan Lai sebelumnya sempat diumumkan ditangguhkan setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar mencabut izin lintas udara, diduga karena tekanan Tiongkok.

Kolaborasi penari Indonesia-Taiwan debut di Asia Tenggara

"Islands", karya tari koreografer Taiwan Wang Yeu-Kwn yang ditampilkannya berdua dengan koreografer Indonesia Danang Pamungkas, mengisi Kuala Lumpur Performing Arts Centre dari 1 hingga 3 Mei. 

Wen Yu-Chen dari kantor perwakilan Taiwan di Malaysia menyatakan pertunjukan ini menunjukkan sikap kolaborasi lintas negara dari Taiwan.

"Islands" juga akan memasuki pasar Indonesia untuk pertama kalinya, dengan harapan dapat menampilkan kekuatan kreativitas dan pengaruh budaya Taiwan.

Sempat menjadi penari, Wang meninggalkan kelompok tarinya pada 2015, dan mulai fokus pada karya pribadinya sebagai koreografer.

Pada 2019, Wang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mencari jati dirinya, dan bertemu Danang. Dari sana, "Islands" pun lahir.

Pawai Hari Buruh serukan hak pensiun dan astek untuk pekerja migran

Sekitar 7.000 orang turun dalam aksi Hari Buruh Internasional di Taipei pada 1 Mei, di antaranya menuntut agar seluruh pekerja migran dicakup dalam skema pensiun baru dan asuransi tenaga kerja.

Juga terdapat aksi teatrikal dari pekerja migran Indonesia, yang menyoroti ketimpangan hak pekerja dengan kewarganegaraan dan status yang berbeda.

Ketua Serikat Buruh Industri Perawatan Taiwan, Fajar menyebut perjuangan pekerja rumah tangga di Taiwan menjadi lebih optimistis dengan dukungan serikat pekerja lokal.

Setelah pawai dari depan Istana Presiden hingga ke samping Parlemen, legislator setiap fraksi secara bergantian menyampaikan tanggapan, mengatakan mereka telah menerima tuntutan dan akan menindaklanjutinya.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan pihaknya akan terus mengumpulkan pendapat untuk mencari konsensus.

Pameran di PIK ajak masyarakat Indonesia berwisata ke Taiwan 

Di atrium utama PIK Avenue, pameran "TAIWAN – Waves of Wonder" menghadirkan penampilan kelompok sirkus, pengalaman swakriya budaya, hingga sejumlah pemengaruh yang mengajak masyarakat Indonesia berkunjung ke Taiwan.

Deputi Perwakilan Taiwan untuk Indonesia, Trust Lin mengatakan pertukaran pariwisata kedua negara tahun lalu mencatat rekor tertinggi dalam sejarah, dengan jumlah kunjungan yang telah sepenuhnya pulih ke tingkat sebelum pandemi.

Sementara itu, kepala kantor pariwisata Taiwan di Jakarta, Abe Chou mengatakan Ditjen Pariwisata Taiwan akan memperkuat kerja sama dengan sektor swasta untuk mempromosikan pengalaman budaya yang lebih mendalam serta paket wisata yang ramah Muslim.

Tiga PMI terima penghargaan pekerja migran teladan dari Presiden Lai

Menjelang Hari Buruh, Presiden Lai Ching-te pada 30 April memberikan penghargaan Pekerja Teladan Nasional kepada 51 pekerja lokal dan sepuluh pekerja migran.

Di antaranya, terdapat tiga pekerja migran Indonesia, yakni Kholis Intamu, Sutiyani, dan Slamet Mulyadi.

Lai dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada para pekerja migran peraih penghargaan, menyebut mereka telah meninggalkan kampung halaman dan berkontribusi bagi Taiwan.

Sehari sebelumnya, dalam penyerahan penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Perdana Menteri Cho Jung-tai mengatakan pekerja migran harus sepenuhnya merasakan kehangatan keluarga, masyarakat, dan tempat kerja di Taiwan, dan pemerintah tidak akan mengabaikan hal itu.

(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.