Taipei, 4 Mei (CNA) Seorang imigran baru memperkenalkan cara membuat Luk Chup, sebuah kudapan istana Tailan, dalam kegiatan pengalaman budaya di Kabupaten Pingtung yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) dan serikat pekerja industri pendidikan di kabupaten tersebut, kata NIA hari Senin (4/5).
Imigran baru asal Tailan itu, yang di Taiwan dikenal sebagai Hsu Li-li (徐麗麗), menyiapkan isian lembut dari kacang hijau kupas, santan, dan gula kelapa. Lalu ia membimbing peserta berkreasi membentuk pasta kacang menjadi berbagai miniatur buah dan sayur seperti persik, apel, jeruk, labu, cabai, dan wortel.
Setelah melalui proses pembentukan yang tampak sederhana tetapi sebenarnya penuh dengan teknik, peserta perlu mencelupkannya ke dalam pewarna, menunggu hingga kering, lalu melapisinya berulang kali dengan cairan agar-agar, kata NIA dalam sebuah rilis pers.
Hsu menjelaskan bahwa pelapisan harus dilakukan tiga kali agar menghasilkan tampilan yang jernih, berkilau, dan mengilap sempurna.
Ketika satu per satu miniatur buah dan sayur yang menyerupai karya seni itu selesai dibuat, para peserta pun ramai mengabadikan momen dengan ponsel mereka, menurut NIA.
Seorang peserta menyatakan bahwa melalui pembuatan kudapan ini, ia dapat mengenal budaya Tailan dengan cara yang hidup, menarik, dan edukatif. Ia juga berharap dapat terus ada kelas-kelas kebudayaan Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam dan Indonesia, guna memperdalam pembelajaran multikultural.
Kepala Kantor Layanan Pingtung NIA, Chen Ying-chih (陳盈智) menyampaikan bahwa kegiatan pengalaman budaya tidak hanya merupakan jamuan bagi indera perasa dan penglihatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman dan pertukaran antarkelompok masyarakat.
Melalui kerja sama dengan serikat, nilai-nilai multikultural diharapkan dapat ditanamkan sejak dini, dari komunitas hingga lingkungan sekolah, sehingga masyarakat dapat saling mendekat melalui praktik dan interaksi, serta menciptakan lingkungan sosial yang ramah dan inklusif, kata Chen.
Ia juga mengingatkan modus penipuan semakin beragam, dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah percaya pada panggilan atau pesan yang tidak jelas, serta tidak sembarangan memberikan data pribadi atau mentransfer uang. Warga yang ragu dapat menghubungi saluran siaga antipenipuan 165, ujarnya.
Selesai/ja