Dua kementerian Taiwan susun rencana dukungan majikan PRT migran

01/05/2026 15:09(Diperbaharui 01/05/2026 15:09)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 1 Mei (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) tengah menyusun rencana dukungan majikan pekerja rumah tangga (PRT) migran, yang mencakup penambahan hari layanan istirahat, peningkatan dukungan manajemen, dan pengurangan beban administrasi, kata pejabat.

Di Taiwan, berbeda dengan pemberi kerja perusahaan yang memiliki departemen sumber daya manusia, majikan PRT umumnya kerap menghadapi tantangan lebih besar dalam pengelolaan, perekrutan, dan administrasi pekerja migran, membuat kedua kementerian tersebut menyusun rencana itu.

Pejabat MOL mengatakan kepada wartawan bahwa perhatian internasional terhadap hak-hak pekerja migran semakin meningkat, dan pemerintah juga perlu melindungi hak dasar mereka.

Selain itu, Jepang dan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir juga bersaing dalam perekrutan tenaga kerja, sementara pekerja migran sendiri memiliki kesadaran hak yang lebih tinggi karena akses informasi dan pendidikan yang lebih baik, ucapnya.

Meskipun ada keluarga yang dapat bekerja sama dengan pekerja migran secara harmonis, kata dia, ada juga yang mengalami kecemasan dan membutuhkan lebih banyak bantuan.

Pejabat tersebut juga menyampaikan bahwa pekerjaan di rumah tangga sering berkaitan dengan kebutuhan perawatan, sehingga MOL dan MOHW melakukan kerja sama lintas lembaga untuk memperluas langkah bantuan bagi majikan.

Tujuannya, menurutnya, tidak hanya meningkatkan kualitas kerja pekerja migran, tetapi juga mengurangi ketegangan antara pemberi kerja dan pekerja akibat masalah pengelolaan.

Terkait pengurangan kekosongan tenaga perawatan, pejabat tersebut menjelaskan bahwa penggunaan layanan perawatan jangka pendek dan layanan istirahat terus meningkat setiap tahunnya.

Awalnya dibuat dengan asumsi pekerja migran mendapat satu hari libur per pekan sehingga ditetapkan batas maksimum 52 hari per tahun, kata dia, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menaikkan margin itu, terutama bagi kasus-kasus berat yang membutuhkan perawatan, atau ketika pekerja sedang hamil.

Pemerintah berharap bahwa melalui peningkatan sumber daya perawatan, kesulitan kekosongan tenaga perawatan yang dialami keluarga pemberi kerja dapat dikurangi secara signifikan, ujarnya.

Selain itu, dalam aspek peningkatan dukungan manajemen, pejabat menyampaikan bahwa MOL telah menyusun buku panduan bagi majikan PRT migran pada awal tahun ini, dan akan dicetak dan tersedia di beberapa kantor layanan kementerian agar dapat diambil mereka yang membutuhkan, kata dia.

Pemerintah, ucapnya, juga akan meningkatkan kapasitas pelatihan keterampilan bagi pekerja migran serta mempertimbangkan insentif agar pemberi kerja lebih bersedia mengizinkan pekerja migran mengikuti pelatihan.

Selain itu, pemerintah juga sedang merancang mekanisme bantuan penyelesaian sengketa ketenagakerjaan antara pemberi kerja dan PRT migran, yang bersifat dukungan administratif dan dapat diikuti secara sukarela, kata pejabat tersebut.

Ketika terjadi perselisihan terkait manajemen atau hak kerja, kata dia, pihak yang terlibat dapat dibantu oleh tenaga profesional yang memahami hukum ketenagakerjaan dan regulasi tenaga kerja asing. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian sengketa dan mengurangi kemungkinan kekosongan tenaga perawatan, ujarnya.

Dalam hal pengurangan beban administrasi, pemerintah akan meninjau ulang seluruh proses perekrutan dan pengawasan yang ada, juga akan mengevaluasi penggunaan integrasi sistem dan pemanfaatan data untuk menyederhanakan sebagian kewajiban administrasi dan pelaporan bagi pemberi kerja, ujarnya.

Program dukungan pemberi kerja PRT migran ini direncanakan mulai berjalan pada paruh pertama tahun ini, kata dia, seraya menambahkan bahwa pemerintah juga akan meningkatkan evaluasi agensi tenaga kerja serta menyediakan lebih banyak informasi agar majikan dapat menilai profesionalisme perantara dengan lebih baik.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa MOL dan MOHW akan memberikan lebih banyak sumber daya bagi pemberi kerja rumah tangga, terutama yang memiliki kebutuhan perawatan berat.

(Oleh Elly Wu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.