#RT025 : Bukan takdir! Imigran baru ungkap Tantangan nyata penyintas pelecehan seksual di Taiwan

03/05/2026 01:30

Mengapa korban pelecehan seksual kerap kesulitan keluar dari lingkaran kekerasan? Lina, seorang imigran baru asal Indonesia di Taiwan, mengungkap sejumlah tantangan nyata: keterbatasan bahasa, minimnya pemahaman hukum, serta ancaman deportasi dari oknum tertentu.

Melalui pengalamannya, Lina menyampaikan beberapa kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian, khususnya dalam perlindungan bagi penyintas asing di Taiwan:

1. Akses Pendampingan Psikologis Berbahasa Indonesia
Pemulihan tidak hanya soal waktu, tetapi juga soal dipahami. Dukungan dalam bahasa ibu membantu korban menyampaikan dan memproses trauma dengan lebih utuh.
2. Penegakan Hukum yang Lebih Tegas
Sanksi yang lebih berat diperlukan untuk menciptakan efek jera serta memberikan perlindungan yang nyata bagi korban.
3. Dukungan dalam Pengumpulan Bukti
Keterbatasan bukti kerap menjadi hambatan. Penting bagi korban untuk mengetahui bahwa mereka dapat mencari bantuan dari organisasi atau lembaga yang kredibel.

“Nasib bisa diubah ketika kita percaya bahwa kita mampu,” ujar Lina.

Tidak seorang pun layak mengalami kekerasan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda menjadi korban pelecehan, segera cari bantuan dan dukungan yang tersedia.

#AgoengTaiwan #FokusTaiwanIndonesia #Imigran #IndonesiaDiTaiwan #Diaspora #DiasporaIndonesia #KisahNyata

Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.