Taipei, 4 Mei (CNA) Seorang kapten kapal perikanan Taiwan hari Minggu (3/4) dievakuasi ke Kaohsiung menggunakan helikopter setelah diduga mengalami stroke, dengan didampingi seorang anak buah kapal (ABK) migran, menurut Direktorat Jenderal Penjaga Pantai (CGA).
CGA dalam sebuah siaran pers hari Senin mengatakan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya mengerahkan kapal berbobot lebih dari 1.000 ton untuk terlebih dahulu mendekati dan menjemput kapten di 148 mil laut tenggara Eluanbi.
Sementara itu, Tim Pengangkatan Udara menerima pemberitahuan dari Pusat Koordinasi Penyelamatan Taipei di bawah pemerintah pusat, dan bergerak menuju area laut yang ditentukan untuk melaksanakan misi evakuasi bersama kapal CGA itu, menurut rilis pers.
Helikopter Black Hawk berangkat dari Kaohsiung pada pukul 20.10 malam, dan bertemu dengan kapal CGA di posisi 47 mil laut tenggara Eluanbi, menurut siaran pers.
Awak helikopter melakukan pengintaian pada ketinggian rendah dan tinggi, serta menilai arah dan kecepatan angin, kondisi laut, dan keamanan lingkungan di atas kapal, kemudian melaksanakan operasi pengangkatan, kata CGA.
Petugas penyelamat keluar dari kabin membawa keranjang evakuasi, dan berhasil mengangkat kapten dengan kondisi vital stabil serta pendampingnya ke dalam helikopter, menurut ditjen tersebut.
Kapten Tim Pengangkatan Udara, Chen Ying-hua (陳盈化) mengatakan kepada CNA bahwa pendamping tersebut adalah seorang ABK migran.
Helikopter mendarat di Kaohsiung pada pukul 21.14, dan pasien diserahkan kepada petugas ambulans untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan, kata CGA.
CGA mengimbau bahwa awak kapal perikanan Taiwan yang mengalami penyakit mendadak atau keadaan darurat dapat menghubungi saluran siaga 118.
Selesai/ja