Taipei, 3 Mei (CNA) Asosiasi Kopi Taiwan mengatakan baru-baru ini bahwa para peserta dari Taiwan akan bertanding dengan nama "Chinese Taipei" dalam acara yang diselenggarakan oleh World Coffee Championships (WCC), menyebut perubahan tersebut sebagai syarat yang tidak dapat dihindari untuk menjaga hak partisipasi.
Dalam sebuah pernyataan, asosiasi tersebut mengatakan bahwa mereka telah diberitahu oleh penyelenggara WCC yang berbasis di AS bahwa semua peserta di masa depan harus menggunakan "Chinese Taipei," bukan "Taiwan."
Kelompok tersebut mencatat bahwa para peserta dari Taiwan telah berpartisipasi dengan nama "Taiwan" sejak 2007, namun menekankan bahwa perubahan ini bukan keputusan mereka sendiri dan harus diikuti demi memastikan kelanjutan partisipasi dalam ajang internasional.
Asosiasi tersebut mengatakan bahwa penyesuaian ini didasarkan pada tiga prinsip: melindungi hak peserta untuk berkompetisi, menjaga konsistensi dengan aturan kompetisi internasional, dan mempromosikan pertukaran profesional serta pengembangan industri.
Ditambahkan pula bahwa partisipasi Taiwan dalam kompetisi global sering mengikuti praktik serupa dengan ajang olahraga internasional, menggunakan penamaan netral untuk mengurangi campur tangan nonprofesional dan memungkinkan peserta fokus pada penampilan.
Taiwan secara rutin berpartisipasi dalam enam ajang utama WCC, termasuk barista, brewing, roasting, latte art, cup tasters, dan coffee in good spirits, dengan pemenang kontes domestik mewakili Taiwan di luar negeri.
Isu ini menjadi sorotan setelah situs web WCC baru-baru ini mengubah referensi terhadap peserta dari Taiwan, termasuk pemenang World Latte Art Championship tahun ini, Lin Shao-hsing (林紹興), yang juga dikenal sebagai Bala, dari "Taiwan" menjadi "Chinese Taipei."
Menanggapi perubahan tersebut, Berg Wu (吳則霖), pemenang World Barista Championship 2016, mengatakan bahwa penamaan ini lebih dari sekadar perubahan kata.
"Taiwan bukan sekadar nama. Itu adalah identitas dan kenangan bersama yang dibangun oleh banyak peserta, pelatih, juri, kafe, roaster, dan semua konsumen yang telah mendukung kami selama ini," tulis Wu di Facebook.
Ia mengatakan bahwa meskipun organisasi internasional mungkin menghadapi tekanan eksternal, perubahan seperti ini seharusnya dikomunikasikan secara transparan kepada peserta dan komunitas kopi yang lebih luas.
Wu menambahkan bahwa kompetisi global seharusnya menghormati asal-usul peserta dan bagaimana mereka ingin diakui, dengan mengatakan, "Saya berasal dari Taiwan, dan saya berharap peserta Taiwan di masa depan dapat diakui dunia sebagai Taiwan."
Selesai/IF