Taipei, 29 Apr. (CNA) Lulusan yang baru bekerja memperoleh rata-rata upah bulanan sebesar NT$39.000 (Rp21,365 juta) pada 2025, naik 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 17,2 persen menerima upah minimum sebesar NT$28.590 pada saat itu, kata Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan.
Data yang dirilis MOL pada Jumat (24/4) itu mencakup 138.000 lulusan, dengan 99,8 persen di antaranya menyelesaikan pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas atau lebih tinggi. Di antara mereka, 73 persen memiliki gelar diploma atau sarjana, sementara 21,5 persen pascasarjana yang termasuk magister dan doktor.
Angka tersebut NT$2.000 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data.
Sarjana memperoleh rata-rata NT$36.000 per bulan. Berdasarkan industri, layanan kesehatan dan pekerjaan sosial mencatat upah tertinggi sebesar NT$42.000, diikuti oleh sektor keuangan dan asuransi sebesar NT$39.000.
Rata-rata gaji bulanan untuk pemegang gelar pascasarjana adalah NT$53.000, dengan bayaran tertinggi di bidang penerbitan, audiovisual, serta layanan informasi dan komunikasi sebesar NT$61.000, diikuti oleh sektor manufaktur sebesar NT$60.000.
Median gaji bulanan lulusan baru adalah NT$36.000, dengan NT$34.000 untuk mereka yang memiliki gelar sarjana atau diploma dan NT$51.000 untuk mereka yang bergelar pascasarjana, menurut MOL.
Upah median dan rata-rata yang hampir serupa menunjukkan bahwa, dalam tingkat pendidikan yang sama, hanya sebagian kecil individu yang memperoleh gaji sangat tinggi, menurut kementerian.
Di tingkat bawah skala gaji, 17,2 persen lulusan baru tahun lalu, atau 24.000 orang, menerima upah minimum sebesar NT$28.590 pada saat itu, di semua tingkat pendidikan.
Data tersebut juga menunjukkan adanya kesenjangan upah berdasarkan gender di antara lulusan baru.
Pada 2025, rata-rata upah bulanan lulusan perempuan yang baru bekerja adalah NT$38.000, atau 90,8 persen dari NT$41.000 yang diperoleh laki-laki, sehingga menghasilkan kesenjangan upah gender sebesar 9,2 persen, naik 0,5 poin persentase dari 2024.
Kesenjangan terbesar terjadi di antara pemegang gelar pascasarjana, sebesar 12,1 persen, di mana pekerja perempuan memperoleh NT$49.000 dibandingkan dengan NT$56.000 untuk laki-laki, menurut data.
MOL mengaitkan kesenjangan upah di antara pemegang gelar pascasarjana dengan dominasi laki-laki di bidang sains, teknologi, dan teknik, yang biasanya menawarkan gaji lebih tinggi. Pria menyumbang 65,1 persen dari pekerja di sektor-sektor ini.
Selesai/ja