Pameran di PIK ajak masyarakat Indonesia berwisata ke Taiwan melalui swakriya

03/05/2026 12:08(Diperbaharui 03/05/2026 12:08)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pameran pariwisata "TAIWAN – Waves of Wonder" di PIK Avenue, Jakarta hari Jumat. (Sumber Foto : CNA, 1 Mei 2026)
Pameran pariwisata "TAIWAN – Waves of Wonder" di PIK Avenue, Jakarta hari Jumat. (Sumber Foto : CNA, 1 Mei 2026)

Jakarta, 3 Mei (CNA) Pameran pariwisata "TAIWAN – Waves of Wonder" diselenggarakan di Pantai Indah Kapuk (PIK) dari Jumat (1/5) hingga Minggu, menghadirkan penampilan, pengalaman swakriya budaya, hingga sejumlah pemengaruh yang mengajak masyarakat Indonesia berkunjung ke Taiwan.

Di atrium utama PIK Avenue, narablog perjalanan Kadek Arini, kreator konten Jennifer Christie dan Alastair yang juga dikenal sebagai "Cici dan Mas Bule", serta pemengaruh Andy Garcia bergantian menceritakan pengalaman mereka berkunjung ke Taiwan.

Juga tersaji area berfoto dengan tema Taiwan, berbagai tawaran promosi pariwisata, pertunjukan kelompok sirkus "FOCASA", hingga pengalaman swakriya budaya untuk para pengunjung.

(Sumber Foto : CNA, 1 Mei 2026)
(Sumber Foto : CNA, 1 Mei 2026)

Di antaranya, Xing Yuan Tea Farm, menghadirkan aroma teh khas Desa Dongshan, Kabupaten Yilan. Pemilik kebun, Liu Ching-yuan (劉景源), yang kembali ke kampung halamannya untuk bertani dan beralih ke pertanian ramah lingkungan, membimbing pengunjung mencoba membuat kantong teh kenang-kenangan.

Salah satu peserta, Nadya, kepada CNA mengatakan ia sangat menyukai teh, dan merasa pengalaman ini menarik. Keindahan alam Taiwan serta keramahannya terhadap wisatawan membuatnya selalu ingin berkunjung, dan gelaran pameran ini semakin meningkatkan keinginannya merencanakan perjalanan, ujarnya.

Sementara itu, J. Wood Garden dari Kabupaten Changhua menghadirkan swakriya kereta kecil dan celengan dari kayu, memperkenalkan bahan bangunan ramah lingkungan kepada pengunjung melalui model rakitan.

Salah satu peserta, Doly, mengatakan kepada CNA bahwa pengalaman ini sangat menarik, dan dirinya tertarik dengan budaya dan kuliner Taiwan. Ditambah kebutuhan untuk mengunjungi keluarga, ia telah lama menjadikan Taiwan sebagai tujuan wisata utama, dan pameran ini semakin mendorongnya segera berkunjung, ucapnya.

(Sumber Foto : CNA, 1 Mei 2026)
(Sumber Foto : CNA, 1 Mei 2026)

Dalam sambutan pembukaan, Deputi Perwakilan Taiwan untuk Indonesia, Trust Lin (林信任) mengatakan pertukaran pariwisata kedua negara tahun lalu mencatat rekor tertinggi dalam sejarah, dengan jumlah kunjungan yang telah sepenuhnya pulih ke tingkat sebelum pandemi.

Taiwan terus mengoptimalkan lingkungan serta memperluas sertifikasi halal, dan dengan tulus mengundang masyarakat Indonesia untuk berkunjung, kata Lin, seraya mencatat banyaknya warga Indonesia yang tinggal di sana menunjukkan hubungan kemanusiaan yang erat.

Direktur Jenderal Kantor Pusat Informasi Pariwisata Taiwan di Jakarta, Abe Chou (周士弼) mengatakan iklim Taiwan yang memiliki empat musim serta jajanan pasar malamnya sangat digemari kalangan muda dan wisatawan keluarga.

Direktorat Jenderal Pariwisata Taiwan, kata Chou, juga akan memperkuat kerja sama dengan sektor swasta untuk mempromosikan pengalaman budaya yang lebih mendalam serta paket wisata yang ramah Muslim.

(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.