KDEI Taipei dukung pelaku usaha dari Indonesia ke ajang pameran kayu internasional

27/04/2026 18:28(Diperbaharui 27/04/2026 18:28)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : KDEI)
(Sumber Foto : KDEI)

Taipei, 27 Apr. (CNA) Pelaku usaha Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di kancah internasional melalui partisipasi dalam Taiwan International Wood Processing and Furniture Manufacturing Exhibition (WOOD TAIWAN) 2026, yang berlangsung pada 23–26 April 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center. Hal tersebut dikemukakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei melalui rilis persnya yang diterima CNA. 

Pameran dua tahunan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara. Selain Indonesia, antara lain Jepang, Malaysia, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, India.

Pameran yang mengusung tema “Craft Smart!”, dengan fokus pada pengolahan kayu cerdas dan pengembangan kerajinan kayu berkelanjutan yang menampilkan inovasi teknologi serta transformasi hijau ini diikuti oleh tiga para pelaku usaha dari Indonesia.

Beberapa pengunjung terlihat sedang mengunjungi salah satu stan yang menampilkan berbagai produk berbahan baku ramah lingkungan, seperti wood pellet, bahan baku peti mati. (Sumber Foto : KDEI)
Beberapa pengunjung terlihat sedang mengunjungi salah satu stan yang menampilkan berbagai produk berbahan baku ramah lingkungan, seperti wood pellet, bahan baku peti mati. (Sumber Foto : KDEI)

Kehadiran Indonesia dalam ajang ini turut mendapat dukungan dan apresiasi dari KDEI Taipei melalui Bidang Perdagangan, sebagai bagian dari upaya mendorong perluasan pasar global bagi pelaku usaha nasional, tulis keterangan KDEI. 

Dalam pameran tersebut, Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan berbasis bahan baku ramah lingkungan, seperti wood pellet, bahan baku peti mati, serta dukungan terhadap kosistem industri kayu dan furnitur bernilai tambah. Sejumlah perusahaan Indonesia yang berpartisipasi antara lain Green Resource Technology, PT Kayu Kencana Indah, dan PT Wahana Kemalaniaga Makmur, yang bersaing dengan pelaku industri dari berbagai negara, tulis permyataan tersebut. 

Pameran yang mengusung tema “Craft Smart!”, dengan fokus pada pengolahan kayu cerdas telah membawa tiga pelaku usaha dari Indonesia untuk berpartisipasi. (Sumber Foto : KDEI).
Pameran yang mengusung tema “Craft Smart!”, dengan fokus pada pengolahan kayu cerdas telah membawa tiga pelaku usaha dari Indonesia untuk berpartisipasi. (Sumber Foto : KDEI).

“Ajang pameran ini sangat baik karena tidak hanya memberikan kesempatan menjangkau pasar Taiwan, tetapi juga membuka peluang ke negara lain seperti Korea dan Jepang. Permintaan wood pellet cukup tinggi, rata-rata mencapai sekitar 500.000 ton per bulan,” ujar Wang Ming Tsung, pemilik Green Resource Technology kepada KDEI. 

Permintaan wood pellet cukup tinggi, rata-rata mencapai sekitar 500.000 ton per bulan,” ujar Wang Ming Tsung, pemilik Green Resource Technology. (Sumber Foto : KDEI)
Permintaan wood pellet cukup tinggi, rata-rata mencapai sekitar 500.000 ton per bulan,” ujar Wang Ming Tsung, pemilik Green Resource Technology. (Sumber Foto : KDEI)

Sementara itu, perwakilan PT Kayu Kencana Indah, Yuyun Chang, menyampaikan bahwa bisnis penyediaan peti mati di Taiwan cukup menjanjikan. Selama lebih dari 10 tahun, perusahaan tersebut telah memasok kebutuhan pasar Taiwan dengan volume sekitar 8–10 kontainer per bulan.

Saat dihubungi secara khusus melalui telepon genggamnya, Wara Agustina Rukmini, kepala bidang Perdagangan menyampaikan pada CNA bahwa KDEI Taipei menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaku usaha Indonesia dalam memperluas jaringan bisnis di pasar internasional, penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan antara lain melalui fasilitas pemadanan bisnis atau business matching.

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.