NIA grebek agensi perekrut pekerja migran ilegal di Chiayi

08/10/2024 17:22(Diperbaharui 08/10/2024 17:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Otoritas imigrasi menangkap anggota sekelompok agensi tenaga kerja ilegal di Kabupaten Chiayi. (Sumber Foto oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, 8 Oktober 2024)
Otoritas imigrasi menangkap anggota sekelompok agensi tenaga kerja ilegal di Kabupaten Chiayi. (Sumber Foto oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, 8 Oktober 2024)

Taipei, 8 Okt. (CNA) Otoritas di Kabupaten Chiayi telah menangkap lima orang yang diduga merekrut dan mengatur pekerjaan secara ilegal di Taiwan untuk puluhan warga negara Thailand, menurut Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA).

Dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Selasa, Pusat Layanan NIA Kabupaten Chiayi mengatakan bahwa mereka mulai menyelidiki kasus tersebut pada Juli setelah menemukan sebanyak 29 warga negara Thailand bekerja secara ilegal di Kecamatan Xikou.

Selama pemeriksaan, banyak pekerja Thailand mengatakan bahwa mereka telah dibawa ke Taiwan, ditempatkan, dan bahkan diantar jemput ke dan dari tempat kerja mereka oleh sekelompok agensi tenaga kerja ilegal yang dipimpin oleh seorang pria bermarga Lai (賴), kata NIA.

Setelah mengumpulkan bukti tambahan, petugas imigrasi dan kejaksaan Chiayi melakukan penggerebekan dini hari di 10 lokasi baru-baru ini, menangkap Lai dan empat anggota lainnya dari kelompok tersebut dan 51 warga negara Thailand yang bekerja secara ilegal di Taiwan.

Penyidik juga menyita buku catatan dan pembukuan, ponsel, serta keuntungan ilegal sebesar NT$220.000 (Rp107 juta) dari para tersangka asal Taiwan, menurut NIA.

Berdasarkan temuan awal penyelidikan, kelompok penyedia tenaga kerja ilegal tersebut diduga menggunakan jasa agen-agen di Thailand dan aplikasi pesan untuk merekrut warga Thailand untuk bekerja di Taiwan, dengan imbalan biaya perekrutan sebesar NT$30.000 hingga NT$80.000.

Setelah para pekerja asing tersebut tiba di Taiwan, agensi tersebut memotong NT$200-NT$400 per hari dari upah mereka sebagai "Biaya perantara," serta NT$100 per hari untuk mengantar jemput mereka ke dan dari tempat kerja dan NT$2.000-NT$2.700 per bulan untuk sewa.

Akibat biaya dan potongan ini, banyak pekerja yang direkrut agensi tersebut tiba di Taiwan dalam keadaan terlilit utang yang besar, dan sampai akhir setiap bulan dengan hampir tidak ada sisa gaji, kata NIA.

Lai dan empat anggota lainnya dari agensi tersebut sedang diselidiki terkait pelanggaran terhadap Undang-Undang Imigrasi dan Undang-Undang Layanan Pekerjaan, kata NIA. Mereka belum dikenakan tuntutan.

(Oleh Tsai Chih-ming, Matthew Mazzetta, dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.