Dokter Taiwan ingatkan kebiasaan duduk terlalu lama saat buang air besar picu wasir

17/05/2026 15:07(Diperbaharui 17/05/2026 15:07)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Dokter Chiu Hsi-hsiung dari Rumah Sakit Cheng Ching (Cabang Zhonggang). (Sumber Foto : Rumah Sakit Cheng Ching)
Dokter Chiu Hsi-hsiung dari Rumah Sakit Cheng Ching (Cabang Zhonggang). (Sumber Foto : Rumah Sakit Cheng Ching)

Taipei, 17 Mei (CNA) Kebiasaan menggunakan ponsel atau membaca saat berada di toilet dapat memperburuk sirkulasi darah anal dan memicu wasir, kata Direktur Bedah Kolorektal di Rumah Sakit Cheng Ching (Cabang Zhonggang), Chiu Hsi-hsiung (邱錫雄).

Dalam siaran pers pada Senin (11/5), Chiu menjelaskan bahwa mengejan dalam waktu lama secara terputus-putus dapat menyebabkan penyumbatan vena anal, yang memicu varises anal dan pembentukan wasir. Dalam beberapa tahun terakhir, usia pasien wasir dilaporkan menurun hingga ke jenjang remaja (17-18 tahun).

Ia menambahkan bahwa sebagian besar kasus wasir tidak menunjukkan gejala awal, tetapi beberapa gejala yang umum meliputi pendarahan, nyeri, gatal pada dubur, atau adanya sensasi benda asing (seperti tonjolan daging).

Untuk kasus ringan, perawatan dapat dilakukan dengan merendam area terkait dalam air hangat atau pemberian obat oles, sementara yang parah memerlukan tindakan pembedahan, menurut Chiu.

Chiu membagikan kisah seorang pasien berusia 31 tahun yang memiliki kebiasaan menggunakan ponsel saat di toilet. Pasien tersebut telah menderita wasir selama bertahun-tahun, dan kondisinya memburuk setelah melahirkan anak kedua. 

Awalnya, pasien menunda pengobatan karena rasa malu dan ketakutan terhadap operasi. Meskipun sempat mencoba metode "ikat karet", proses tersebut dirasa sangat menyakitkan dengan pemulihan yang lambat, sehingga menambah traumanya terhadap perawatan lebih lanjut, kata Chiu.

Setelah mengetahui adanya teknologi Laser Hemorrhoid Ablation, pasien akhirnya memberanikan diri untuk menjalani perawatan. Berbeda dengan operasi tradisional yang memerlukan prosedur duduk rendam air hangat yang rumit pascaoperasi, teknologi laser ini menawarkan perawatan mandiri yang lebih mudah. 

Ia menegaskan, keunggulan utamanya adalah tidak merusak otot sfingter anal maupun mukosa usus. Setelah menjalani operasi laser, pasien hanya mengambil cuti selama tiga hari dan sudah dapat kembali bekerja pada hari keempat tanpa mengganggu aktivitas sehari-harinya.

(Oleh Hao Hsueh-ching dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.