Taipei, 18 Juli (CNA) Setelah calon presiden Partai Republik AS Donald Trump mengklaim Taiwan telah mengambil 100 persen bisnis chip negaranya, saham perusahaan pembuat chip kontrak Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) sempat terpukul hingga jatuh di bawah tanda NT$1.000 (Rp495.711), sebelum kembali ke tanda tersebut saat penutupan, kata para dealer.
Penjualan saham TSMC sempat terjadi setelah laporan Wall Street Journal mengatakan bahwa jajaran Biden sedang mempertimbangkan rencana untuk memperketat pembatasan perdagangan semikonduktor antara AS dan Tiongkok, tambah para dealer.
Saham TSMC, yang paling berbobot di pasar lokal, sempat mencapai titik terendah di NT$986,00, para dealer mengatakan, namun setelah itu bangkit dan ditutup pada NT$1.005,00, dengan penurunan sebesar 2,43 persen.
Taiex, weighted index Bursa Saham Taiwan (TWSE), berakhir turun 371,35 poin, atau 1,56 persen, pada 23.398,47 setelah bergerak di antara 23,148.74 dan 23,450.91. Turnover mencapai NT$ 579,34 miliar.
Para dealer mengatakan bahwa komentar negatif dari wawancara Trump dengan Bloomberg Businessweek dan kemungkinan pembatasan dari pemerintahan Biden terhadap penjualan chip ke Tiongkok mendorong investor dalam dan luar negeri untuk menjual saham teknologi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek masa depan industri semikonduktor global.
Dalam wawancaranya, Trump mengatakan, "Saya mengenal orang-orangnya dengan baik dan sangat menghormati mereka. Mereka (Taiwan) memang mengambil sekitar 100 persen bisnis chip kita. Saya pikir Taiwan harus membayar kita untuk pertahanan."
Analis Concord Securities, Kerry Huang, mengatakan bahwa pembicaraan Trump tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Pemerintah AS akan memotong atau bahkan membatalkan subsidi untuk investasi TSMC setelah Trump memenangkan pemilu.
Ia merujuk pada pendanaan langsung hingga US$ 6,6 miliar (Rp 106,715 triliun) di bawah memorandum tidak mengikat yang ditandatangani dengan Departemen Perdagangan AS pada April untuk investasi US$ 65 miliar perusahaan chip tersebut di Arizona.
Selesai/ ML