Komnas HAM Taiwan dan Perwakilan Uni Eropa bahas perlindungan pekerja migran

18/06/2026 13:23(Diperbaharui 18/06/2026 13:23)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kunjungan Kepala EETO Taiwan, Lutz Güllner (kelima dari kanan) ke NHRC pada Selasa. (Sumber Foto : NHRC)
Kunjungan Kepala EETO Taiwan, Lutz Güllner (kelima dari kanan) ke NHRC pada Selasa. (Sumber Foto : NHRC)

Taipei, 18 Juni (CNA) Jajaran Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (NHRC) dan Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Eropa (EETO) di Taiwan Lutz Güllner hari Selasa (16/6) membahas penguatan kerja sama HAM kedua wilayah, komunikasi sosial terkait penghapusan bertahap hukuman mati, dan perlindungan hak ketenagakerjaan pekerja migran.

Dalam kunjungannya, Güllner mengundang NHRC berpartisipasi dalam seniar Uni Eropa-Taiwan tentang hak ketenagakerjaan pada 30 Juni mendatang, dengan harapan dapat semakin mempererat pertukaran dan berbagi pengalaman di berbagai bidang HAM, kata komisi tersebut dalam rilis pers hari Rabu.

Güllner menegaskan Uni Eropa akan terus bekerja sama dengan Taiwan dan berharap kedua pihak dapat bersama-sama memajukan isu-isu HAM, termasuk penghapusan hukuman mati dan perlindungan hak-hak pekerja.

Menanggapi ini, Wakil Ketua NHRC Chi Hui-jung (紀惠容) mengatakan hak-hak ketenagakerjaan pekerja migran selalu menjadi isu yang mendapat perhatian tinggi dari NHRC dalam jangka panjang, dan komisi juga telah beberapa kali melakukan penelitian khusus dan menerbitkan laporan terkait isu tersebut.

Chi mengatakan dirinya meyakini bahwa dialog antara pengalaman Eropa dan kondisi Taiwan akan menjadi sumber pembelajaran penting bagi praktik HAM di tingkat lokal.

Güllner juga menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Taiwan terhadap nilai-nilai HAM serta pencapaiannya yang disebutnya yang menjadi teladan bagi kawasan.

Ia menegaskan Uni Eropa dan Taiwan merupakan mitra yang memiliki nilai-nilai serupa dan telah menjalin kerja sama serta pertukaran yang luas dalam berbagai isu HAM.

Wakil Ketua NHRC, Chi Hui-jung (kanan) dan Kepala EETO Taiwan, Lutz Güllner. (Sumber Foto : NHRC)
Wakil Ketua NHRC, Chi Hui-jung (kanan) dan Kepala EETO Taiwan, Lutz Güllner. (Sumber Foto : NHRC)

Terkait isu hukuman mati, Chi menjelaskan Taiwan baru menyelesaikan Tinjauan Internasional Laporan Keempat Taiwan mengenai Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) dan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR) pada Mei.

Baca juga: Tinjauan HAM internasional Taiwan ditutup dengan komitmen dorong langkah perbaikan

Dalam sidang, para peninjau internasional secara tegas merekomendasikan agar Taiwan menangguhkan pelaksanaan hukuman mati, tetapi penghapusannya masih merupakan isu yang sangat kontroversial di masyarakat Taiwan dan memerlukan penanganan serta dialog yang sangat cermat, kata Chi.

Komisioner Kao Yung-cheng (高涌誠) menjelaskan berbagai upaya aktif yang dilakukan kelompok kerja pendorong penghapusan mati secara bertahap yang dibentuk NHRC sejak September 2023 untuk mendorong komunikasi sosial yang lebih mendalam mengenai isu ini, sekaligus memperkuat sistem pendampingan dan perawatan bagi keluarga korban.

Dalam Kongres Dunia Menentang Hukuman Mati ke-9 di Paris dari 30 Juni hingga 2 Juli mendatang, kata NHRC, pihaknya berharap dapat melakukan pertukaran yang lebih mendalam dengan mitra-mitra Eropa dan memperoleh pengalaman berharga dalam aspek hukum maupun praktik pelaksanaannya.

Güllner berbagi pengalaman bahwa Uni Eropa dan negara-negara anggotanya juga melalui proses diskusi sosial yang panjang dalam upaya menghapus hukuman mati. Pada akhirnya, hukuman mati dihapuskan untuk segala keadaan setelah penerapan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia pada 2003.

Ia juga menekankan pentingnya terus mendorong dialog sosial, termasuk mengenai cara memberikan dukungan kepada keluarga korban dan melindungi warga negara secara efektif.

Komisioner Tien Chiu-chin (田秋堇) dan Wang Jung-chang (王榮璋) turut berbagi pengalaman mengenai bagaimana Taiwan mendorong penerimaan isu-isu sensitif, seperti legalisasi pernikahan sesama jenis.

Chi menegaskan pelaksanaan HAM merupakan perjalanan panjang yang memerlukan konsensus sosial yang luas. Ia berharap Taiwan dan Uni Eropa dapat terus memperkuat aliansi serta kemitraan di bidang HAM pada masa mendatang, dan bersama-sama mendorong kemajuan HAM yang lebih besar.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.