Perahu adat Tao tiba di kepulauan Filipina usai arungi laut ganas

17/06/2026 16:30(Diperbaharui 17/06/2026 16:30)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Warga Batanes menyambut kru di atas Ovayan, sebuah kapal papan kayu tradisional Tao dari Pulau Orchid, saat tiba di Batanes, Filipina hari Selasa. (Sumber Foto : Maraos)
Warga Batanes menyambut kru di atas Ovayan, sebuah kapal papan kayu tradisional Tao dari Pulau Orchid, saat tiba di Batanes, Filipina hari Selasa. (Sumber Foto : Maraos)

Taipei, 17 Juni (CNA) Sebuah perahu masyarakat adat suku Yami (Tao) Taiwan tiba di kepulauan Batanes, Filipina pada Selasa (16/6) sore setelah berangkat dari Pulau Orchid (Lanyu) pada Senin, kata Maraos, seorang anggota dewan Indigenous Peoples Cultural Foundation.

Ovayan, kapal tradisional berbahan papan kayu yang dikenal sebagai ipanitika, berangkat dari Pulau Orchid dengan 20 pendayung di atasnya untuk menelusuri kembali jalur laut kuno yang dahulu menghubungkan masyarakat Tao di Pulau Orchid dan masyarakat Ivatan di Batanes.

Empat puluh orang Tao lainnya berada di kapal pendukung yang mendampingi Ovayan, siap bergantian mendayung.

Namun, perjalanan tersebut langsung menghadapi masalah ketika mereka menemui angin kencang dan laut yang bergelombang sekitar 2 kilometer dari Pulau Orchid Kecil, yang terletak sekitar tiga mil laut di selatan Pulau Orchid.

Kondisi itu menghambat laju perahu dan menyebabkan air masuk ke dalam perahu, sehingga kapal pendamping mulai menariknya, kata Maraos, yang juga seorang Tao dan ikut dalam perjalanan tersebut.

Kemudian, ketika sebagian besar kapal terendam ombak setinggi 4 meter saat mendekati Pulau Y'ami, pulau paling utara di kepulauan Batanes yang berjarak sekitar 100 kilometer di selatan Pulau Orchid, tim kembali memutuskan untuk menarik kapal, ujar Maraos.

Tidak ada yang terluka dalam peristiwa tersebut, tambahnya.

Setelah ditarik semalaman, Ovayan tiba di Pelabuhan Mahatao sekitar pukul 10.00 hari Selasa untuk perbaikan darurat dan pemeriksaan.

Setelah kapal diperkuat, masyarakat Tao mendayung kapal tersebut ke titik lain di sepanjang pantai di mana mereka telah dinantikan dan disambut sekitar 300 penduduk Batanes sebagai "keluarga dari Lanyu."

Para anggota kru Tao mendayung Ovayan, sebuah kapal tradisional berbahan papan kayu yang dapat menampung 20 orang, melintasi lautan lepas dalam pelayaran mereka dari Pulau Orchid menuju kepulauan Batanes di Filipina pada Selasa. (Sumber Foto : Maraos)
Para anggota kru Tao mendayung Ovayan, sebuah kapal tradisional berbahan papan kayu yang dapat menampung 20 orang, melintasi lautan lepas dalam pelayaran mereka dari Pulau Orchid menuju kepulauan Batanes di Filipina pada Selasa. (Sumber Foto : Maraos)

Salah satu peserta Tao mengatakan makanan yang disajikan pada pesta penyambutan rasanya "90 persen mirip" dengan makanan dari Pulau Orchid, menegaskan keyakinan lama para tetua bahwa "Lanyu dan Batanes berasal dari darah yang sama."

Maraos mengatakan Ovayan akan tetap dipamerkan di Batanes selama enam bulan sebelum didayung kembali ke Pulau Orchid oleh penduduk Batanes sebagai bagian dari pertukaran budaya tahun depan.

Dibuat masyarakat Tao, kapal ini dinamai sesuai ornamen dada emas yang secara tradisional dikenakan pria Tao dan melambangkan warisan perdagangan maritim yang dimiliki bersama oleh Pulau Orchid dan Kepulauan Batanes.

Kedua komunitas tersebut secara historis menjalin hubungan erat melalui perdagangan, pernikahan, dan migrasi, tetapi terputus sekitar 300 tahun lalu akibat kesalahpahaman.

Meski terpisah, bahasa yang digunakan kedua komunitas tersebut masih sekitar 60 persen saling dimengerti.

(Oleh Tyson Lu, Wu Kuan-hsien, dan Muhammad Irfan) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.