Penghargaan setara Nobel di Taiwan, Tang Prize, beri penghormatan kepada para pelopor imunoterapi kanker

16/06/2026 17:03(Diperbaharui 16/06/2026 17:07)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Chang Wen-chang (kanan), ketua Komite Seleksi Penghargaan Tang untuk Ilmu Biofarmasi, mengumumkan penerima Penghargaan Tang 2026 dalam bidang Ilmu Biofarmasi di Taipei pada hari Selasa. Foto diambil dari situs web Penghargaan Tang.
Chang Wen-chang (kanan), ketua Komite Seleksi Penghargaan Tang untuk Ilmu Biofarmasi, mengumumkan penerima Penghargaan Tang 2026 dalam bidang Ilmu Biofarmasi di Taipei pada hari Selasa. Foto diambil dari situs web Penghargaan Tang.

Taipei, 16 Juni (CNA) Penghargaan Tang Prize 2026 dalam Ilmu Biofarmasi diberikan kepada tiga ilmuwan atas karya perintis mereka dalam mengembangkan imunoterapi kanker yang dapat memanfaatkan sel-sel imun pasien sendiri untuk melawan kanker, demikian diumumkan oleh komite seleksi penghargaan tersebut pada hari Selasa (16/6).

Steven A. Rosenberg, Michel Sadelain, dan Carl H. June dihormati "atas penemuan dan pengembangan terapi limfosit infiltrasi tumor (TIL) dan terapi sel T reseptor antigen chimeric (CAR-T)," kata Chang Wen-chang (張文昌), ketua Komite Seleksi Tang Prize untuk Ilmu Biofarmasi.

Rosenberg, 86 tahun, saat ini menjabat sebagai kepala Surgery Branch di U.S. National Cancer Institute, sementara Sadelain, 66 tahun, dan June, 73 tahun, adalah profesor kedokteran di Columbia University dan University of Pennsylvania.

Terapi TIL dan CAR-T telah "merevolusi pengobatan kanker darah dan tumor padat," kata Chang dalam konferensi pers di Taipei.

Pencapaian

Grafik diambil dari situs web Tang Prize
Grafik diambil dari situs web Tang Prize

Menurut Yayasan Tang Prize, penemuan para penerima penghargaan telah membantu mentransformasi pengobatan kanker dengan mengubah sistem imun pasien menjadi "obat yang sangat ampuh."

Yayasan tersebut menggambarkan Rosenberg dan June, keduanya ilmuwan asal Amerika, serta Sadelain, yang memiliki kewarganegaraan Prancis dan Kanada, sebagai "ilmuwan terkemuka" di bidang imunoterapi seluler, dengan menyatakan bahwa kontribusi mereka telah meletakkan dasar bagi era baru "obat hidup."

Dalam terapi CAR-T, sel T pasien -- sejenis sel darah putih yang membantu membunuh sel yang terinfeksi atau sakit -- dikumpulkan dan dimodifikasi secara genetik di laboratorium sehingga membawa reseptor khusus yang dapat lebih baik mengenali sel kanker.

Sel yang telah dimodifikasi kemudian diperbanyak dan diinfuskan kembali ke dalam tubuh pasien, di mana mereka akan mencari dan menyerang sel kanker.

Sementara itu, terapi TIL melibatkan pengambilan sel imun yang sudah masuk ke dalam tumor, memperbanyaknya dalam jumlah besar di laboratorium, dan menginfuskan kembali ke pasien untuk menyerang sel kanker.

Secara sederhana, terapi CAR-T memberikan sel T alat baru untuk menemukan kanker, sementara terapi TIL memperbanyak sel imun yang sudah terbukti dapat mengenali tumor. Kedua terapi ini meningkatkan kemampuan sel untuk membunuh sel kanker.

Sejak persetujuan pertama terapi CAR-T oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 2017, pengobatan ini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 30.000 pasien kanker darah di seluruh dunia, kata yayasan tersebut.

Terapi CAR-T telah memberikan pilihan "penyelamat nyawa" bagi pasien dengan kanker darah yang kambuh atau sulit diobati, sementara terapi TIL telah membuka jalan baru untuk "mengobati tumor padat stadium lanjut, terutama melanoma metastatik," kata yayasan tersebut, merujuk pada salah satu bentuk kanker kulit.

Tang Prize -- yang didirikan oleh mendiang pengusaha Taiwan Samuel Yin (尹衍樑) pada tahun 2012 -- memberikan penghormatan kepada individu yang telah memberikan kontribusi menonjol dalam empat kategori -- pembangunan berkelanjutan, ilmu biofarmasi, sinologi, dan supremasi hukum.

Penghargaan dua tahunan ini kadang-kadang disebut sebagai versi Nobel dari Taiwan, dan memberikan penghargaan atas pencapaian di bidang yang tidak dicakup oleh penghargaan Nobel yang lebih terkenal.

Para penerima Tang Prize di setiap kategori akan berbagi hadiah uang tunai sebesar NT$40 juta (Rp22,47 miliar), yang berarti masing-masing akan menerima NT$13,3 juta, serta hibah penelitian sebesar NT$10 juta, yang juga akan dibagi di antara mereka.

(Oleh Sunny Lai dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.