Singapura, 16 Jun. (CNA) Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan hari Senin (15/6) di World Cities Summit di Singapura bahwa upaya kotanya untuk membangun koridor teknologi akan meletakkan dasar bagi generasi berikutnya dari ekonomi yang didorong oleh inovasi.
KTT ini diadakan dari hari Minggu hingga Selasa, mempertemukan pejabat pemerintah, pemimpin industri, dan akademisi dari seluruh dunia. Beberapa pejabat lokal dari Taiwan turut hadir, termasuk Chiang, Wali Kota Keelung Hsieh Kuo-liang (謝國樑) dan Wali Kota Taoyuan Chang San-cheng (張善政).
Dalam pidatonya di sebuah forum yang dihadiri oleh Menteri Pembangunan Nasional Singapura Chee Hong Tat (徐芳達) dan Wali Kota London Sadiq Khan, Chiang menyoroti kebijakan, termasuk program "Fresh Milk Weekly" Taipei untuk anak sekolah, yang menyediakan subsidi susu secara rutin.
Chiang mengatakan bahwa kota pintar yang sesungguhnya bergantung pada sistem yang efisien yang dapat mengurangi kekurangan dan pemborosan, seraya menambahkan bahwa jika susu segar dapat didistribusikan secara andal, maka seharusnya juga memungkinkan untuk mendistribusikan pasokan penting dengan cepat selama keadaan darurat, sehingga memperkuat ketahanan kota.
Ia juga menyoroti keputusan Nvidia untuk mendirikan kantor pusat luar negerinya di Taipei, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut tidak hanya membawa lapangan kerja dan investasi, tetapi juga merupakan peluang untuk membentuk kembali masa depan kota.
Ia mengatakan bahwa koridor teknologi kecerdasan buatan yang direncanakan Taipei akan mendukung generasi berikutnya dari ekonomi inovasi, dan berterima kasih kepada Lee Kuan Yew World City Prize atas pengakuan terhadap upaya kota tersebut.
Penghargaan ini merupakan salah satu sorotan dari KTT, dan Taipei dianugerahi Special Mention 2026 atas praktik terbaik yang luar biasa dalam inisiatif perkotaan dan pendekatan inovatif terhadap transformasi kota.
Menurut kutipan penghargaan, program susu segar Taipei disorot sebagai contoh bagaimana kemitraan publik-swasta dan perencanaan terintegrasi dapat mengatasi kebutuhan praktis dan sosial.
"Komitmen Taipei terhadap keterlibatan sipil yang otentik melalui tata kelola kolaboratif dan investasi infrastruktur yang berkelanjutan menawarkan pelajaran berharga bagi kota-kota padat di seluruh dunia yang menghadapi tantangan serupa dalam transisi demografis, ketahanan lingkungan, dan kohesi sosial," demikian kutipan tersebut.
Berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional Taoyuan sebelum berangkat ke Singapura hari Minggu, Chiang mengatakan bahwa Taipei telah menjadi kota pertama di Taiwan yang menerima Special Mention, seraya menambahkan bahwa ia merasa terhormat dapat menerima pengakuan tersebut secara langsung.
Ia mengatakan delegasi juga akan mengunjungi fasilitas olahraga nasional Singapura untuk mempelajari strategi negara-kota tersebut dalam menarik acara hiburan berskala besar serta menjajaki peluang kerja sama di masa depan melalui pertukaran selama perjalanan.