London, 18 Juni (CNA) Empat universitas Taiwan mencatat rekor dengan masuk dalam 200 besar peringkat terbaru QS World University Rankings, dipimpin National Taiwan University (NTU) yang naik dari peringkat ke-63 tahun lalu menjadi peringkat tertingginya sepanjang sejarah di posisi ke-54.
NTU bergabung dalam 200 besar bersama National Tsing Hua University (NTHU) di peringkat ke-142, National Yang Ming Chiao Tung University di ke-177, dan National Cheng Kung University (NCKU) di ke-191.
Menurut data QS, keempat universitas tersebut berada di posisi tertinggi mereka sepanjang sejarah dalam pemeringkatan. NCKU untuk pertama kalinya masuk dalam 200 besar, sementara NTHU mencatat peningkatan tahunan terbesar dengan naik 34 peringkat dari tahun lalu.
Juga masuk dalam daftar 500 universitas terbaik dunia adalah National Taiwan University of Science and Technology (ke-379), National Taiwan Normal University (ke-423), National Sun Yat-sen University (ke-438), dan National Taipei University of Technology (ke-494).
QS yang berbasis di Inggris mengatakan bahwa pemeringkatan didasarkan pada evaluasi berbobot di lima bidang utama: penelitian dan penemuan, ketenagakerjaan dan hasil, pengalaman belajar, keterlibatan global, serta keberlanjutan.
Universitas-universitas Taiwan tampil sangat baik dalam indikator "hasil pemekerjaan" di bawah kategori ketenagakerjaan dan hasil. NTU menempati peringkat kesepuluh dunia dalam hal ini, sementara National Chengchi University -- yang secara keseluruhan berada di peringkat ke-613 -- menempati posisi ke-65.
Namun, institusi-institusi Taiwan kurang kompetitif dalam indikator "reputasi pemberi kerja" di bawah kategori yang sama, yang mengukur persepsi di antara para pemberi kerja global. NTU adalah satu-satunya universitas Taiwan yang masuk dalam 100 besar, berada di posisi ke-64.
Wakil Presiden Senior QS, Ben Sowter, mengatakan kepada CNA bahwa hasil QS terbaru Taiwan mencerminkan "interaksi antara investasi penelitian yang berkelanjutan dan penekanan kebijakan yang semakin besar pada pengembangan tenaga kerja strategis."
Ia juga mencatat bahwa inisiatif kebijakan terbaru telah memperluas dukungan untuk pengembangan talenta di bidang semikonduktor, kecerdasan buatan, dan manufaktur maju melalui kemitraan dengan universitas.
Secara global, Massachusetts Institute of Technology mempertahankan posisi No. 1 untuk tahun ke-15 berturut-turut. Imperial College London dan Stanford University berbagi posisi kedua, diikuti University of Oxford dan Harvard University di lima besar.
University of Cambridge dan California Institute of Technology berada di peringkat berikutnya, sementara ETH Zürich dan University College London berbagi posisi kedelapan. National University of Singapore menutup sepuluh besar.
Dari Indonesia, Universitas Indonesia memimpin dengan posisi ke-191, diikuti Universitas Gadjah Mada (ke-206), Universitas Airlangga (ke-276), Institut Teknologi Bandung (ke-287), IPB University (ke-419), Universitas Padjadjaran (ke-496), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ke-497) di 500 besar.
Pemeringkatan tahun ini mencakup lebih dari 1.500 universitas dari 106 negara dan wilayah di seluruh dunia.
Selesai/