Taipei, 16 Juni (CNA) Taiwan tetap menjadi negara kreditur bersih terbesar keenam di dunia pada 2025 meskipun terjadi penurunan lebih dari 10 persen dalam posisi investasi internasional netonya (PIIN), kata Bank Sentral Republik Tiongkok (Taiwan) pada Senin (15/6).
PIIN adalah selisih antara aset keuangan eksternal suatu negara dan kewajiban keuangan eksternalnya, menurut bank sentral.
Dalam laporan tahunan PIIN terbaru, bank sentral mengatakan bahwa aset keuangan eksternal Taiwan mencapai US$3,27 triliun (Rp57,97 kuadriliun) pada akhir 2025, naik US$275,75 miliar atau 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini sebagian besar mencerminkan peningkatan kepemilikan surat berharga pasar luar negeri oleh penduduk Taiwan serta lonjakan nilai surat berharga tersebut, kata bank sentral.
Sementara itu, kewajiban keuangan eksternal Taiwan meningkat jauh lebih cepat tahun lalu hingga mencapai rekor baru sebesar US$1,92 triliun pada akhir 2025, melonjak US$438,38 miliar atau 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tambah bank sentral.
Selisih antara aset keuangan eksternal dan kewajiban keuangan eksternal Taiwan mencapai US$1,35 triliun, terbesar keenam di dunia, pada akhir 2025, turun US$162,63 miliar, atau 10,8 persen, dibandingkan tahun sebelumnya, kata bank sentral.
Tsai Mei-fen (蔡美芬), pejabat dari Departemen Riset Ekonomi bank sentral, mengatakan kepada wartawan bahwa rekor tertinggi kewajiban eksternal Taiwan pada tahun 2025 terjadi setelah kinerja kuat di pasar saham lokal, yang dipimpin indeks elektronik unggulan, yang melonjak 35,55 persen tahun lalu di tengah tren kecerdasan buatan.
Investor institusi asing mengurangi kepemilikan mereka di pasar saham Taiwan dengan arus keluar dana bersih pada 2025, tetapi harga saham yang tinggi, khususnya di sektor elektronik, tetap meningkatkan nilai kepemilikan mereka, kata Tsai.
Investor institusi asing sebagian besar memilih saham teknologi Taiwan dengan perusahaan kontrak semikonduktor Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., yang menyumbang lebih dari 40 persen dari total nilai pasar, sebagai salah satu favorit mereka.
Taiwan mengalami kondisi pasar yang mirip dengan Korea Selatan tahun lalu akibat kenaikan harga saham yang pesat, tambahnya.
Rekor sebelumnya untuk posisi PIIN Taiwan tercatat pada akhir 2023, tetapi turun pada tahun berikutnya sebelum kembali naik tahun lalu didorong kenaikan nilai pasar yang dimiliki investor institusi asing, tambah Tsai.
Di antara negara lain, Jerman menempati posisi kreditur bersih teratas dengan PIIN sekitar US$4,32 triliun pada akhir 2025, diikuti oleh Tiongkok (US$4,07 triliun), Jepang (US$3,68 triliun), Hong Kong (US$2,51 triliun), dan Norwegia (US$2,11 triliun), menurut bank sentral.
Selesai/IF