IDN Taiwan selenggarakan kegiatan ketrampilan komunikasi 'Speak with Impact'

09/06/2026 14:22(Diperbaharui 09/06/2026 16:43)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Indonesian Diaspora Network (IDN) Taiwan mengadakan kegiatan ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”pada Minggu (7/6) bertempat di KDEI Taipei. (Sumber Foto : KDEI Taipei)
Indonesian Diaspora Network (IDN) Taiwan mengadakan kegiatan ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”pada Minggu (7/6) bertempat di KDEI Taipei. (Sumber Foto : KDEI Taipei)

Taipei, 9 Jun. (CNA) Indonesian Diaspora Network (IDN) Taiwan mengadakan kegiatan ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”pada Minggu (7/6) yang dihadiri oleh 70 diaspora Indonesia yang terdiri dari pekerja migran Indonesia (PMI), mahasiswa dan anggota komunitas, menurut keterangan yang diberikan oleh Sri Desi Nataliasari, ketua panitia.

Kegiatan yang bertempat di Exhibition Center hall Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei distrik Neihu ini dihadiri oleh Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, didampingi kepala bidang Pelindungan Warga Negara Indonesia, Pendidikan dan Sosial Budaya (PWNI-Pensosbud) Novrizal. 

Selain peserta dari PMI dan mahasiswa, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) KDEI Taipei, Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI), serta diaspora Indonesia lainnya, pungkas Lia sapaan akrab ketua panitia.

Kegiatan lokakarya ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar” juga memberikan sertifikat bagi semua peserta. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).
Kegiatan lokakarya ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar” juga memberikan sertifikat bagi semua peserta. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).

Dalam sambutannya Arif menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada IDN Taiwan atas penyelenggaraan lokakarya, serta kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri khususnya dalam bidang keterampilan berkomunikasi. 

Menurut Arif, berbicara di depan umum merupakan sesuatu yang harus terus dilatih. Untuk itu para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, dengan secara aktif berdiskusi dan mempraktekan materi dari dua pembicara yang berkompeten pada bidang komunikasi publik, ujar Arif Sulistiyo. 

Kegiatan lokakarya tersebut menghadirkan pemaparan materi oleh dua pembicara utama yaitu Antonius Agung Sunarto dan Maria Catharina Laras, yang berbagi pengalaman dan kiat untuk meningkatkan percaya diri saat tampil serta berbicara di hadapan publik. 

Kepada CNA, Antonius Agung Sunarto mengatakan pemaparan materi yang ia bawakan seputar pembelajaran untuk berkenalan, mengobrol dengan enak bersama teman baru termasuk pemahaman mengenai pemikiran, persiapan dan karakter untuk menjadi public speaker yang disukai, tutur Agung yang sudah berpengalaman menjadi MC selama 10 tahun ini.

Antonius Agung Sunarto, pembicara pertama dalam lokakarya ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).
Antonius Agung Sunarto, pembicara pertama dalam lokakarya ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).

Maria Catharina Laras atau yang akrab disapa Laras sebagai pembicara kedua membawakan materi seputar teknik public speaking, cara mengatasi demam panggung, jenis-jenis acara, tipe MC dan stage blocking yang perlu diketahui, termasuk body language, postur tubuh, pembawaan mic dan artikulasi. 

“Selain itu, saya juga mengajarkan aplikasi public speaking yang tidak hanya untuk MC acara saja, tetapi juga bisa dipakai sebagai trainer, presenter, meeting dan business pitch,” ujar Laras yang kerap didapuk sebagai MC sejak usia 12 tahun ini. 

Maria Catharina Laras pembicara kedua dalam lokakarya ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).
Maria Catharina Laras pembicara kedua dalam lokakarya ”Speak with Impact: Dari Gemetar Jadi Bersinar”. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).

Sementara itu, Lia sang ketua panitia menambahkan bahwa konsep kegiatan tersebut bukan hanya menyajikan materi saja, tetapi juga praktik langsung. 

“Dari sesi praktik peserta bisa belajar sekaligus mencoba public speaking dan belajar menjadi MC profesional, sehingga nantinya bisa menjadikan peserta lebih percaya diri sesuai dengan tema yang kami angkat, yaitu ;dari bergetar jadi bersinar,” ujar Lia yang bekerja di Taiwan sebagai PMI yang bergelar sarjana komunikasi dan pendidikan. 

Cinta Dita Abadi, seorang PMI yang menghadiri kegiatan tersebut mengungkapkan jika acara tersebut sangat bagus sekali. Selain mengajarkan bagaimana berbicara di depan umum dengan percaya diri, kegiatan tersebut juga memperlengkapi pemula untuk memberikan wawasan menjadi MC profesional.

Cinta Dita Abadi (berkaca mata), seorang PMI yang menghadiri kegiatan tersebut mengungkapkan jika acara tersebut sangat bagus sekali. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).
Cinta Dita Abadi (berkaca mata), seorang PMI yang menghadiri kegiatan tersebut mengungkapkan jika acara tersebut sangat bagus sekali. (Sumber Foto : Kartika Dewi IDN Taiwan).

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Selain menambah wawasan untuk mereka yang minder berbicara di depan umum, para pembicara juga telah memberikan pengetahuan bagaimana bersikap percaya diri tampil di depan umum,” ujar Cinta Dita yang sudah bekerja di Taiwan selama lebih dari 14 tahun. 

“Semua pembicara saya suka. Keduanya menyajikan hal yang berbeda. Materi yang disampaikan Agung memberikan poin-poin penting yang bermanfaat untuk pembelajaran MC tahap awal dan berbicara di depan umum. Materinya sangat mudah dipahami terutama buat saya berstatus PMI,” ujar Cinta Dita yang sudah menjadi Pekerja Teknis Tingkat Menengah (PPTM) selama tiga tahun ini.

Sementara itu, Vriska Revales yang bekerja di sektor manufaktur di Xinzhuang, New Taipei mengatakan acara ini "sangat bagus dan sangat berdampak" untuk diaspora Indonesia khususnya pekerja migran, untuk meningkatkan soft skill di bidang public speaking, meningkatkan rasa percaya diri dalam bernegosiasi dan berkomunikasi.

“Menurut saya acara seperti ini harus di adakan secara berkelanjutan karena saya melihat teman-teman PMI juga sangat antusias dalam menyambut acara public speaking kemarin. Acara seperti ini sangat positif dan bisa menjadi tempat untuk teman-teman belajar hal-hal baru. Dan menambah wawasan atau ilmu bagi teman-teman PMI kedepannya,” ujarnya.

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.