Taipei, 18 Juni (CNA) Biro Asuransi Tenaga Kerja (BLA) hari Rabu (17/6) menegaskan pihaknya selalu meminta kantor perwakilan Taiwan di luar negeri untuk melakukan verifikasi ketat keaslian dokumen, menanggapi dugaan penjualan surat keterangan kematian palsu keluarga pekerja migran demi mengajukan klaim tunjangan.
Media sebelumnya melaporkan adanya situs web Vietnam yang menjual surat keterangan kematian anggota keluarga pekerja migran tiruan, sehingga menjadi celah bagi tenaga kerja asing yang terdaftar di Asuransi Tenaga Kerja Taiwan untuk mengajukan tunjangan pemakaman.
Menanggapi ini, BLA mengatakan bahwa apabila tertanggung warga negara asing mengajukan tunjangan kematian anggota keluarga dengan menggunakan dokumen yang diterbitkan di luar negeri, pihaknya akan meminta kantor perwakilan Taiwan di sana melakukan verifikasi ketat.
Hal ini dilakukan guna memastikan keaslian dokumen dan mencegah penipuan, kata biro tersebut, seraya menambahkan bahwa ke depannya pemeriksaan juga akan terus dilakukan secara ketat.
BLA menegaskan bahwa apabila ditemukan tindakan penipuan dalam pengajuan klaim, tertanggung akan dilaporkan untuk diproses secara hukum atas dugaan pemalsuan dokumen dan tindak pidana penipuan sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Taiwan.
BLA juga menyatakan bahwa apabila ditemukan indikasi yang tidak wajar baik dalam informasi maupun pengajuan klaim, pihaknya akan secara proaktif melakukan pencocokan data dan memperkuat pemeriksaan terhadap pola-pola yang mencurigakan.
Selain itu, kata BLA, pihaknya telah membangun saluran komunikasi dengan kantor perwakilan negara asal pekerja migran di Taiwan serta kantor perwakilan Taipei di luar negeri untuk membantu proses penelusuran dan verifikasi.
Untuk mencegah keterlibatan perantara ilegal, tambah BLA, pihaknya telah memperkuat peran unit pemberi kerja, sebagai pihak yang mendaftarkan asuransi, dalam membantu pengurusan prosedur klaim.
Di antaranya, Kementerian Ketenagakerjaan telah merevisi dan menerbitkan ketentuan yang mewajibkan pemberi kerja membantu tertanggung yang tidak memiliki status pendaftaran rumah tangga di Taiwan dalam mengajukan klaim tunjangan ini.
Dengan demikian, pada prinsipnya pekerja migran tidak dapat mengajukan klaim sendiri dan harus dibantu satuan pemberi kerja, menurut biro tersebut.
Pemerintah Vietnam, sebagai respons terhadap masalah ini, juga telah membangun mekanisme verifikasi digital yang memungkinkan keabsahan data diperiksa secara daring melalui pemindaian kode QR, yang telah dimanfaatkan Kantor Perwakilan Taiwan di Vietnam dalam pemeriksaan dokumen, kata BLA.
Apabila ditemukan kejanggalan, selain permohonan yang tidak akan diterima sesuai ketentuan, pihak terkait juga akan memberitahukan BLA untuk memasukkan kasus tersebut ke dalam daftar pemantauan guna mencegah penipuan klaim menggunakan dokumen palsu, kata biro tersebut.
BLA menegaskan pihaknya akan terus bersikap hati-hati dan tegas dalam memberantas pelanggaran, serta terus memperkuat mekanisme pemeriksaan dokumen luar negeri dan kerja sama lintas lembaga guna mencegah tindak penipuan, sehingga keamanan dana asuransi dan hak-hak para peserta tetap terlindungi.
(Oleh Elly Wu dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF