Taipei, 4 Jun. (CNA) Seorang imigran baru asal Indonesia membagikan kisahnya mendirikan kelompok tari di Taiwan yang menjadi wadah bagi sesama warga Indonesia untuk menemukan rasa kebersamaan sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Taiwan, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA).
Dalam sebuah kegiatan yang diselenggarakan Kantor Layanan Taipei NIA baru-baru ini, Hanny Milliana Tsao (曹寒妮), yang telah tinggal di Taiwan selama 29 tahun, memperkenalkan Tari Piring yang berasal dari Pulau Sumatra.
Tari tradisional tersebut awalnya merupakan bagian dari ritual untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah dan kini menjadi salah satu tarian yang umum ditampilkan dalam pernikahan maupun berbagai perayaan di Indonesia, kata Hanny.
Salah satu ciri khas Tari Piring adalah gerakannya yang membutuhkan keterampilan tinggi, di mana penari harus memegang piring dengan kedua tangan sambil menampilkan gerakan yang anggun dan terkoordinasi, ujarnya.
Menurut Hanny, penutup kepala dengan dua ujung runcing yang dikenakan para penari terinspirasi dari tanduk kerbau dan bentuk atap rumah tradisional, serta melambangkan kedudukan penting perempuan dalam masyarakat setempat.
Ia menambahkan bahwa banyak tarian tradisional Indonesia mengandung makna ungkapan syukur dan doa untuk keselamatan, yang menurutnya memiliki kemiripan dengan tradisi masyarakat Taiwan yang bersembahyang untuk memohon kedamaian dan keberkahan.
Hanny mengatakan kelompok tari Kirana Indonesia Dance (凱印舞蹈團) yang didirikannya hampir enam tahun lalu awalnya beranggotakan para imigran baru asal Indonesia, namun kini juga diikuti oleh pekerja migran dan mahasiswa asing.
Selain berlatih tari, para anggota juga saling berbagi pengalaman hidup dan memberikan dukungan satu sama lain, sehingga membantu mereka menemukan rasa memiliki dan kehangatan layaknya keluarga di perantauan, ujarnya.
Menurut NIA, keberadaan kelompok tersebut juga turut mendorong pertukaran budaya dan membantu masyarakat Taiwan mengenal keragaman budaya yang dibawa oleh komunitas imigran baru.
Kantor Layanan Taipei NIA mengatakan para imigran baru telah menjadi kekuatan penting dalam masyarakat Taiwan berkat ketangguhan dan kontribusi mereka di berbagai bidang.
NIA juga mengingatkan para imigran baru untuk tidak menyerahkan dokumen identitas pribadi maupun rekening bank kepada pihak lain guna menghindari keterlibatan dalam tindak penipuan, seperti penggunaan rekening, kartu SIM, atau kendaraan atas nama orang lain.
Apabila menemukan situasi yang mencurigakan, masyarakat diimbau segera menghubungi saluran siaga antipenipuan 165 untuk melakukan verifikasi dan melindungi hak serta kepentingan mereka sendiri, kata NIA.
Selesai/IF