Turbin angin lepas pantai ke-500 Taiwan rampung setelah produksi listrik tembus 10 miliar kWh

15/06/2026 09:45(Diperbaharui 15/06/2026 09:46)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 15 Jun. (CNA) Kementerian Perekonomian (MOEA) Taiwan menyatakan ladang angin lepas pantai di dalam negeri hari Jumat (12/6) merampungkan pembangunan turbin angin ke-500, dengan volume pembangkitan listrik dari angin lepas pantai pada tahun lalu untuk pertama kalinya menembus 10 miliar kilowatt-jam (kWh).

Dalam sebuah rilis pers hari Minggu, Direktorat Jenderal Energi MOEA mengatakan Taiwan telah berkembang menjadi salah satu pasar energi angin lepas pantai yang sangat krusial di dunia.

Hal ini ditunjukkan laporan terbaru Global Wind Energy Council (GWEC) yang menyebut penambahan kapasitas terpasang baru untuk energi angin lepas pantai Taiwan pada tahun 2025 telah menempati posisi ketiga dunia, sementara total kapasitas pemasangan berada di peringkat kelima, kata ditjen tersebut.

Dibandingkan dengan beberapa negara Eropa yang memiliki sejarah perkembangan energi angin lepas pantai selama 20 hingga 30 tahun, kata ditjen tersebut, keberhasilan Taiwan dalam mencapai target 500 turbin dengan kapasitas terpasang 4,8 GW dalam kurang dari sepuluh tahun merupakan pencapaian yang sangat luar biasa.

Dalam masa perkembangannya, proyek energi angin lepas pantai di Taiwan sempat menghadapi berbagai tantangan berat, seperti pandemi COVID-19, inflasi global, serta dinamika situasi internasional yang turut memengaruhi rantai pasok dan rekayasa teknik angin lepas pantai di seluruh dunia.

Kendati demikian, berkat kolaborasi yang erat antara sektor pemerintah dan swasta, proyek pembangunan ini terus berjalan hingga berhasil mencatatkan rekor pencapaian tersebut, kata otoritas itu.

Lebih lanjut, ditjen tersebut menjelaskan bahwa unit-unit turbin angin lepas pantai di perairan Taiwan juga telah teruji oleh berbagai bencana alam, termasuk hantaman angin taifun dan guncangan gempa bumi berulang kali. 

Hingga saat ini, seluruh unit turbin dilaporkan tetap beroperasi dengan stabil dalam menyalurkan pasokan energi hijau, bahkan total produksi listrik dari sektor ini berhasil melampaui angka 10 miliar kWh pada 2025, kata ditjen tersebut.

Rampungnya pembangunan turbin angin ke-500 ini merupakan buah kerja keras kolektif dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk tim pengembang, produsen rantai pasok, lembaga keuangan, hingga organisasi kemasyarakatan, tambah pihaknya.

Menghadapi tren dekarbonisasi global menuju target emisi nol bersih, ditjen tersebut, menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat guna mendorong ekspansi infrastruktur angin lepas pantai. 

Langkah ini, kata pihaknya, diharapkan dapat memperluas stabilitas pasokan listrik ramah lingkungan, memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan daya saing industri di kancah internasional, serta mempercepat langkah Taiwan dalam mewujudkan target emisi nol bersih pada 2050.

(Oleh Chen Chieh-ling dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.