Taipei, 9 Jun. (CNA) Sun Chia-ming (孫嘉明), presiden maskapai internasional berbasis di Taiwan EVA Airways, telah menjadi anggota Taiwan pertama di dewan direksi International Air Transport Association (IATA), kata EVA Air pada hari Senin (8/6).
Dalam sebuah pernyataan, EVA Air mengatakan Sun terpilih sebagai salah satu anggota dewan IATA pada Rapat Umum Tahunan ke-82 asosiasi tersebut yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil, hari Minggu.
Menurut IATA, dewan direksinya terdiri dari CEO 31 maskapai dan Direktur Jenderal IATA Willie Walsh.
EVA Air mengatakan terpilihnya Sun sebagai salah satu direktur dewan IATA merupakan tonggak penting, yang menunjukkan bahwa maskapai tersebut telah mendapatkan pengakuan dari rekan-rekan globalnya atas dedikasinya pada penerbangan sipil internasional dan statusnya di industri.
Walsh dikutip dalam pernyataan tersebut mengatakan bahwa IATA menyambut Sun ke dewan direksi dan ia mengharapkan para anggota dewan dapat memanfaatkan pengalaman Sun dalam layanan penumpang dan kargo untuk menentukan arah kebijakan IATA dan strategi pengembangan penerbangan.
Sun, yang memulai kariernya di Evergreen Group pada tahun 1986 dan mulai bekerja di EVA Air pada tahun 1991, menjabat sebagai presiden EVA Air sejak 2018.
Dewan direksi IATA, yang merupakan badan eksekutif tertinggi, bertanggung jawab mengawasi arah strategis organisasi dan menyetujui kebijakan utama serta struktur tata kelola, menurut EVA Air.
Dewan IATA memiliki empat komite: Komite Tata Kelola & Kinerja, Komite Strategi Industri & Kebijakan, Komite Keuangan, Risiko & Audit, dan Komite Keanggotaan, demikian pernyataan tersebut.
Menurut EVA Air, IATA adalah organisasi internasional non-pemerintah yang terdiri dari maskapai-maskapai dari seluruh dunia. Sejak didirikan pada tahun 1945, kelompok ini telah menjadi salah satu organisasi paling berpengaruh di industri penerbangan global, kata EVA Air.
Berkantor pusat di Montreal, Kanada, dengan kantor eksekutif di Jenewa, Swiss, IATA memiliki lebih dari 360 anggota maskapai di seluruh dunia, yang mencakup lebih dari 80 persen lalu lintas udara global, tambah EVA Air.
Selesai/ja